YERUSALEM (Arrahmah.id) -- Seorang perempuan muda yang bicara dalam acara menjelang pemilu 'Israel' menyerukan agar seluruh warga Palestina diusir paksa dari Jalur Gaza, dan dibunuh jika menolak pergi. Pernyataan itu disampaikan pada acara jelang pemilu 'Israel', dan perempuan itu juga menyerukan pengeboman menyeluruh.
Dilansir Quds News Network dan Yeni Şafak (26/10/2026), seruan itu disampaikan di acara pendukung Ben-Gvir (pelengkap) jelang pemilu 27 Oktober. Identitas perempuan itu tidak diungkap dalam laporan-laporan tersebut.
Quds News Network, mengutip wawancaranya dengan The Guardian pada Sabtu, melaporkan bahwa perempuan berlogat Amerika itu menyebut Gaza “tanah kami” karena Tuhan memerintahkan merebutnya.
Ia mengatakan warga Palestina harus pindah ke negara Arab mana pun kecuali Yordania, Lebanon, dan Suriah, yang ia sebut milik 'Israel', “atau kami akan membunuh mereka”. Radio Sarajevo menyebutnya perempuan muda asal Texas yang tinggal di permukiman 'Israel' di wilayah pendudukan Palestina.
Menurut media Bosnia itu, ia menilai perang tidak akan berakhir tanpa mengusir warga Arab dari Gaza, dan mengatakan pernyataannya dalam wawancara yang diunggah di Instagram.
Ben-Gvir memimpin partai sayap kanan jauh Otzma Yehudit (Kekuatan Yahudi). Partai itu belakangan memaparkan rencana memindahkan sekitar 1,86 juta warga Palestina dari Gaza dalam tujuh tahun lewat apa yang disebutnya “emigrasi sukarela”, yang oleh para pengkritik disebut pembersihan etnis.
Radio Sarajevo mencatat bahwa pemindahan paksa penduduk dan pembunuhan sengaja terhadap warga sipil dilarang hukum humaniter internasional, dengan pengecualian terbatas seperti evakuasi sementara untuk melindungi penduduk.
Pemilu Knesset berlangsung Selasa (27/10). Ahram Online menilai pemilu ini sangat sulit diprediksi, dan menyebut Otzma Yehudit pimpinan Ben-Gvir meraih dukungan yang baik dalam jajak pendapat. (hanoum/arrahmah.id)
