Memuat...

Jutaan Jamaah Umrah Terdampar di Saudi Usai Perang Iran Memaksa Penutupan Udara

Hanoum
Selasa, 3 Maret 2026 / 14 Ramadan 1447 04:50
Jutaan Jamaah Umrah Terdampar di Saudi Usai Perang Iran Memaksa Penutupan Udara
Para jemaah umrah menunggu di area bandara di Arab Saudi untuk kembali ke tanah air mereka. [Foto: ANTARA/HO-Kemenhaj]

RIYADH (Arrahmah.id) -- Akibat eskalasi perang antara Iran, Amerika Serikat, dan 'Israel' yang menyebabkan penutupan wilayah udara di seluruh kawasan Timur Tengah sejak akhir Februari 2026, jutaaan jamaah umrah yang sedang melaksanakan ibadah kini terdampar di Arab Saudi. Mereka tak dapat kembali ke negara asal mereka karena pembatalan dan penundaan penerbangan internasional. Situasi ini memicu kekacauan di bandara dan hotel di Riyadh, Mekkah, dan Jeddah, dengan pengungsi sementara menunggu kepastian kapan mereka bisa pulang.

Dalam beberapa hari terakhir, seperti dilansir The Guardian (2/3/2026),  penutupan ruang udara oleh negara-negara di Teluk termasuk Iran, Irak, UEA, Qatar, dan Bahrain telah menyebabkan pembatalan ribuan penerbangan dari dan ke Arab Saudi dan negara-negara transit utama seperti Dubai dan Abu Dhabi. Akibatnya ratusan ribu pelancong, termasuk jamaah umrah dari berbagai negara, tidak dapat melanjutkan perjalanan pulang mereka.

Laporan menunjukkan bahwa lebih dari 58.000 jamaah Umrah asal Indonesia saja kini tertahan di Arab Saudi tanpa kepastian jadwal kepulangan. Mereka sebagian besar berada di hotel yang sudah habis masa inapnya atau di bandara sambil menunggu informasi terkini tentang rute alternatif atau pembukaan kembali wilayah udara. Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar di Riyadh dan kantor urusan haji untuk memastikan keamanan dan pemulangan jamaah.

Situasi yang sama terjadi bagi jamaah dari negara lain. Contohnya, puluhan jamaah asal Malaysia dilaporkan tertahan di Jeddah akibat penerbangan yang dibatalkan dan transit yang terganggu oleh penutupan udara regional. Banyak dari mereka terpaksa memperpanjang tinggal tanpa kepastian kapan bisa terbang pulang.

Pakar logistik penerbangan menjelaskan bahwa gangguan ini dipicu oleh penutupan ruang udara wilayah Teluk serta risiko keamanan terhadap rute penerbangan setelah serangan balasan Iran ke negara-negara tetangga. Maskapai internasional termasuk Qatar Airways, Emirates, dan Etihad telah menangguhkan sementara penerbangan mereka, memperparah kekacauan transportasi global.

Situasi ini bukan hanya berdampak pada jamaah umrah tetapi juga puluhan ribu wisatawan dan pelancong bisnis dari berbagai negara yang kini terjebak di Arab Saudi dan negara sekitar, sementara otoritas kedutaan dan pemerintah asing mencoba mengatur evakuasi melalui rute alternatif termasuk jalur darat dan pesawat sewa khusus. (hanoum/arrahmah.id)