Memuat...

Kapal India Tenggelam di Lepas Pantai Hodeidah, Pemerintah Yaman Menuduh Houtsi

Zarah Amala
Rabu, 5 Agustus 2026 / 22 Safar 1448 10:47
Kapal India Tenggelam di Lepas Pantai Hodeidah, Pemerintah Yaman Menuduh Houtsi
Kapal kargo India Viz Noor Olya tenggelam sepenuhnya di lepas pantai Hodeidah setelah diserang oleh kapal yang dipasangi bom (Reuters - Arsip).

SANA'A (Arrahmah.id) - Sebuah kapal kargo berbendera India dilaporkan tenggelam di Laut Merah setelah menjadi sasaran serangan di lepas pantai kota pelabuhan Hodeidah, Yaman, Selasa (4/8/2026). Menteri Perburuhan dan Perkapalan India, Sarbananda Sonowal, mengonfirmasi insiden tersebut melalui akun resminya di platform X, seraya memastikan bahwa seluruh 14 anggota awak kapal berhasil selamat.

Kementerian Luar Negeri India merinci bahwa kapal dagang yang diidentifikasi bernama Viz Noor Awliya tersebut karam pada 4 Agustus. New Delhi mengecam keras serangan terhadap kapal komersial ini dan mendesak pemulihan segera atas kebebasan navigasi serta perdagangan maritim internasional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kementerian Transportasi Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menuding kelompok Ansarallah (Houtsi) sebagai pihak di balik serangan menggunakan boat bermuatan bahan peledak (drone laut/suicide boat) tersebut. Sementara itu, seorang pejabat pemerintah Yaman di Kota Al-Khokha/Al-Mokha menyatakan bahwa pasukan penjaga pantai berhasil mengevakuasi seluruh 14 awak kapal yang terdiri dari 13 warga negara India dan satu warga lokal Yaman. Pihak Houtsi sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden ini.

Insiden tragis ini menambah panjang daftar ancaman keamanan navigasi di jalur strategis Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb, menyusul gelombang serangan baru terhadap kapal-kapal komersial sepanjang bulan Juli lalu. Situasi keamanan di Yaman kian memanas di tengah bentrokan militer paling sengit sejak 2022 serta deklarasi kelompok Houthi yang memberlakukan blokade laut.

Sebagai respons atas meningkatnya ancaman terhadap jalur pelayaran internasional, Arab Saudi pada 30 Juli lalu mengumumkan pembentukan koalisi pertahanan maritim multinasional yang melibatkan 14 negara, termasuk Mesir, Pakistan, Turki, Qatar, Bahrain, Yordania, Yaman, dan Bangladesh, guna mengamankan kebebasan navigasi di kawasan tersebut. (zarahamala/arrahmah.id)