Memuat...

Kepala Mossad Diam-diam Kunjungi UEA Dua Kali Selama Perang Iran, Ada Apa?

Zarah Amala
Kamis, 14 Mei 2026 / 27 Zulkaidah 1447 10:04
Kepala Mossad Diam-diam Kunjungi UEA Dua Kali Selama Perang Iran, Ada Apa?
Menurut The Wall Street Journal, David Barnea diam-diam mengunjungi UEA dua kali selama perang Iran untuk berkoordinasi terkait konflik tersebut [Getty].

ABU DHABI (Arrahmah.id) - Hubungan antara 'Israel' dan Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan telah bergeser dari sekadar normalisasi diplomatik menjadi kemitraan militer strategis yang mendalam selama perang melawan Iran. Sejumlah laporan intelijen mengungkap adanya koordinasi tingkat tinggi yang sebelumnya tidak dipublikasikan ke publik.

Laporan dari The Wall Street Journal mengungkapkan bahwa Kepala Mossad, David Barnea, melakukan kunjungan rahasia ke UEA setidaknya dua kali pada bulan Maret dan April 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk mengoordinasikan langkah-langkah militer dan politik selama konflik berlangsung.

Selain Barnea, saluran penyiaran publik 'Israel' Kan melaporkan bahwa Kepala Shin Bet (badan keamanan internal 'Israel'), David Zini, juga mengunjungi UEA dalam beberapa pekan terakhir guna memperkuat kerja sama keamanan di tengah masa gencatan senjata yang rapuh.

Salah satu poin paling mengejutkan dalam kerja sama ini adalah pengerahan sistem pertahanan udara Iron Dome milik 'Israel' ke wilayah UEA.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan pengiriman baterai Iron Dome beserta personel militer 'Israel' setelah melakukan panggilan telepon dengan Presiden UEA, Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

Ini menandai pertama kalinya sistem Iron Dome ditempatkan di negara lain selain 'Israel' dan Amerika Serikat, serta pertama kali dioperasikan oleh tentara 'Israel' di wilayah Teluk.

Pejabat UEA mencatat bahwa perang dengan Iran telah mengubah sikap publik; negara mana pun yang membantu mempertahankan kedaulatan UEA kini dipandang secara positif.

Kemitraan ini tidak hanya bersifat defensif. Laporan terbaru mengklaim bahwa UEA melancarkan operasi militer ofensif terhadap target di dalam wilayah Iran. Pada awal April 2026, serangan udara UEA dilaporkan menghantam sebuah kilang minyak di Pulau Lavan, Iran.

Mantan pejabat Dewan Keamanan Nasional UEA, Tariq Al Otaiba, menyatakan bahwa 'Israel' kini menjadi salah satu penyedia dukungan nyata bagi keamanan negaranya, bersanding dengan Amerika Serikat dalam hal bantuan militer, pertukaran intelijen, dan dukungan diplomatik. (zarahamala/arrahmah.id)