Memuat...

Dituduh Memiliki Hubungan dengan Gadis Hindu, Pria Muslim Diarak Telanjang dan Dilumuri Kotoran Sapi

Hanoum
Kamis, 14 Mei 2026 / 27 Zulkaidah 1447 06:04
Dituduh Memiliki Hubungan dengan Gadis Hindu, Pria Muslim Diarak Telanjang dan Dilumuri Kotoran Sapi
Foto tangkapan layar. [Foto: The Hindustan Gazette]

MADHYA PRADESH (Arrahmah.id) -- Seorang pria Muslim di negara bagian Madhya Pradesh, India, menjadi korban penganiayaan dan penghinaan publik setelah dituduh melakukan “love jihad”, istilah kontroversial yang digunakan kelompok Hindu radikal untuk menuduh pria Muslim menjalin hubungan dengan perempuan Hindu demi konversi agama.

Korban bernama Arif Khan dilaporkan diserang anggota kelompok Hindutva Bajrang Dal di wilayah Jahangirabad. Ia dipukuli, dipaksa setengah telanjang, wajahnya dilumuri tinta dan kotoran sapi, lalu diarak sebelum akhirnya diserahkan kepada polisi.

Menurut laporan NDTV dan The Hindu (13/5/2026), insiden itu direkam dalam video yang kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu kecaman dari kelompok hak asasi manusia.

Dalam video tersebut, terdengar pelaku meneriakkan slogan keagamaan dan menghina korban.

“Panggil Allahmu, Allahmu yang tertidur tidak akan datang. Ucapkan Jai Shri Ram!” teriak salah seorang pelaku dalam video yang dikutip NDTV.

Pihak kepolisian Madhya Pradesh menyatakan telah membuka penyelidikan dan mendaftarkan FIR (First Information Report) terhadap sejumlah orang yang terlibat dalam penyerangan tersebut. Aparat juga memeriksa video viral yang memperlihatkan tindakan kekerasan terhadap korban.

“Kasus telah didaftarkan dan penyelidikan sedang berlangsung,” ujar pejabat kepolisian setempat sebagaimana dikutip The Hindu.

Istilah “love jihad” sendiri tidak memiliki dasar hukum resmi secara nasional di India, namun beberapa negara bagian yang dipimpin partai nasionalis Hindu telah memberlakukan aturan ketat terkait perpindahan agama dan hubungan antaragama. Kelompok HAM menilai narasi tersebut sering digunakan untuk menargetkan komunitas Muslim.

Menurut laporan berbagai organisasi hak asasi manusia internasional, kekerasan berbasis agama dan aksi penjagaan sapi terhadap Muslim meningkat dalam beberapa tahun terakhir di India, terutama terkait isu perlindungan sapi, hubungan antaragama, dan identitas keagamaan.

Insiden terhadap Arif Khan kembali memicu perdebatan nasional mengenai intoleransi agama dan aksi main hakim sendiri oleh kelompok ekstremis di India. Aktivis masyarakat sipil mendesak pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap pelaku serta memastikan perlindungan hukum bagi kelompok minoritas. (hanoum/arrahmah.id)