Memuat...

Terungkap! Perusahaan China Diduga Siapkan Jalur Rahasia Kirim Senjata ke Iran

Samir Musa
Kamis, 14 Mei 2026 / 27 Zulkaidah 1447 07:43
Terungkap! Perusahaan China Diduga Siapkan Jalur Rahasia Kirim Senjata ke Iran
Pejabat Amerika Serikat menilai tidak mungkin perusahaan-perusahaan China melakukan pembicaraan dengan Teheran tanpa sepengetahuan otoritas di Beijing (Shutterstock).

BEIJING (Arrahmah.id)– Media ternama The New York Times mengungkap laporan mengejutkan terkait dugaan upaya perusahaan-perusahaan China untuk memasok senjata ke “Iran” melalui jalur tersembunyi.

Mengutip pejabat Amerika Serikat, laporan tersebut menyebut bahwa sejumlah perusahaan China tengah melakukan pembicaraan dengan pihak “Iran” guna menyediakan berbagai perlengkapan militer. Pengiriman ini direncanakan melalui negara ketiga sebagai perantara, dengan tujuan menyamarkan asal-usul bantuan tersebut dan menghindari pengawasan internasional.

Berdasarkan informasi intelijen Washington, diskusi ini menunjukkan adanya upaya sistematis untuk mengakali pembatasan global. Meski demikian, hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai skala pasti pengiriman yang telah dilakukan.

Para pejabat juga menekankan bahwa belum ditemukan bukti penggunaan langsung senjata buatan China oleh pasukan “Iran” dalam konflik melawan Amerika Serikat maupun “Israel” sejak pecahnya eskalasi militer pada akhir Februari lalu.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan bersama Wakil Presiden China Han Zheng di Bandara Internasional Beijing (Reuters).

Trump di Beijing di Tengah Tekanan

Perkembangan ini terjadi bertepatan dengan kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Beijing pada Rabu (waktu setempat), untuk bertemu Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan tingkat tinggi.

Laporan tersebut diperkirakan akan menambah tekanan terhadap Trump agar mengangkat isu dugaan dukungan militer China kepada Iran, meskipun ia sebelumnya menyatakan keinginan untuk “mengatur ulang” hubungan dengan Beijing.

Sebelum tiba di China, Trump mengatakan akan melakukan “pembicaraan panjang” dengan Xi terkait konflik di kawasan Timur Tengah. Ia juga menilai sikap Xi terhadap “Iran” sebelumnya “cukup baik”.

Dalam wawancara terpisah, Trump mengungkapkan bahwa dirinya pernah meminta Xi untuk menghentikan pengiriman senjata ke “Iran”. Namun, menurutnya, pemimpin China itu membantah secara tegas adanya aktivitas tersebut.

Peran China dalam Mendukung “Iran” Disorot

Meski pejabat AS menyebut tidak ada bukti persetujuan resmi terbuka dari pemerintah China, mereka menilai kecil kemungkinan perusahaan besar di negara itu menjalankan pembicaraan sensitif semacam ini tanpa sepengetahuan otoritas di Beijing.

China sendiri diketahui sebagai pembeli utama minyak “Iran”, dengan porsi mencapai sekitar 80 persen dari total ekspor minyak negara tersebut.

Selain itu, sejak awal konflik, Beijing juga disebut telah memberikan dukungan tidak langsung berupa data satelit serta komponen “dual-use” yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan drone dan sistem rudal.

(Samirmusa/arrahmah.id)