Memuat...

Ketua Muhammadiyah Pemalang Kecam Kampanye Pro-LGBT oleh Influencer Lokal

Ameera
Sabtu, 5 Juli 2025 / 10 Muharam 1447 13:01
Ketua Muhammadiyah Pemalang Kecam Kampanye Pro-LGBT oleh Influencer Lokal
Ketua Muhammadiyah Pemalang Kecam Kampanye Pro-LGBT oleh Influencer Lokal

PEMALANG (Arrahmah.id) – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pemalang, Sapto Suhendro, mengecam keras aksi kampanye dukungan terhadap LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) yang dilakukan oleh seorang influencer lokal berinisial DW.

Sapto menilai tindakan tersebut sebagai bentuk penyimpangan serius yang meresahkan masyarakat serta bertentangan dengan nilai-nilai agama dan norma sosial.

Dalam keterangannya pada Jumat (4/7/2025), ia menegaskan bahwa Muhammadiyah secara konsisten menolak segala bentuk normalisasi perilaku LGBT, dan menyerukan penguatan sosialisasi terhadap fatwa haram perilaku menyimpang tersebut, khususnya di wilayah Pemalang yang disebutnya mulai rawan terpapar.

"Fenomena ini tidak bisa dianggap sepele. Kita sebagai ormas Islam harus lebih gencar menyuarakan sikap tegas terhadap LGBT. Selama ini mungkin kita masih kurang keras," tegasnya.

Ia juga mendorong aparat penegak hukum untuk segera bertindak terhadap individu yang teridentifikasi sebagai pelaku kampanye atau pendukung aktif gerakan LGBT, terlebih jika dilakukan secara terbuka.

Lebih lanjut, Sapto mengingatkan para pelaku usaha dan pihak swasta agar tidak memberikan ruang promosi bagi influencer atau tokoh publik yang mendukung kampanye LGBT.

"Siapa pun yang memakai jasa influencer pro-LGBT bisa dianggap turut mendukungnya. Ini harus disikapi serius oleh semua pihak," ujarnya.

Sebagai langkah preventif, ia mengimbau masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyimpangan di lingkungan sekitar.

"Keluarga adalah benteng utama. Jika ada indikasi, segera bahas di tingkat RT. Jangan beri ruang sedikit pun," tandasnya.

Sapto juga menyampaikan apresiasi terhadap media yang terus menyuarakan penolakan terhadap kampanye LGBT, sekaligus mendorong agar edukasi publik dan perlawanan terhadap gerakan tersebut terus digalakkan.

"Saya sangat mendukung. Media harus terus mengedukasi dan melawan narasi yang menormalisasi LGBT," pungkasnya.

Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial menampilkan seorang influencer pria asal Pemalang yang secara terbuka menyatakan dukungan terhadap LGBT. Aksi tersebut menuai kecaman luas dari masyarakat, termasuk dari tokoh agama, legislatif, dan berbagai ormas Islam.

(ameera/arrahmah.id)