Memuat...

Lagi, 4 Sipil Afghanistan Gugur dalam Serangan Pakistan di Khost

Hanin Mazaya
Jumat, 13 Maret 2026 / 24 Ramadan 1447 16:49
Lagi, 4 Sipil Afghanistan Gugur dalam Serangan Pakistan di Khost
(Foto: Tolo News)

KHOST (Arrahmah.id) - Imarah Islam Afghanistan menyatakan bahwa pada Rabu malam, pasukan rezim militer Pakistan menargetkan berbagai wilayah di distrik Alisher–Terezai, provinsi Khost, dekat Garis Durand, dengan tembakan artileri.

Menurut wakil juru bicara Imarah Islam Afghanistan, empat anggota satu keluarga gugur dan tiga lainnya terluka akibat penembakan tersebut, lansir Tolo News (12/3/2026).

Analis politik Mohammad Omar Nehzat mengatakan: “Sejak berdirinya, Pakistan telah mempertahankan pendekatan yang bermusuhan terhadap negara-negara tetangganya. Selama 78 tahun terakhir, Pakistan tidak menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangganya dan dalam banyak kasus berperang atas arahan pihak lain. Kebijakan dalam negeri dan luar negeri Pakistan tidak independen. Meskipun perang bukanlah solusi, Pakistan tampaknya tidak mempertimbangkan prinsip ini.”

Menteri Informasi Pakistan kemarin mengklaim bahwa jumlah korban jiwa akibat serangan Pakistan terhadap Afghanistan telah mencapai 641.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Imarah Islam Afghanistan menggambarkan klaim Pakistan mengenai korban jiwa di pihak Afghanistan sebagai tidak benar dan tidak berdasar.

Menurut kementerian, pihak Pakistan berusaha menyembunyikan kerugian dan korban jiwa yang diklaim ditimbulkan oleh pasukan Imarah Islam dengan menerbitkan laporan palsu.

Sediqullah Nusrat, wakil juru bicara Kementerian Pertahanan, mengatakan: “Dalam serangan oleh pasukan keamanan Afghanistan dan mujahidin, ratusan tentara Pakistan tewas dan ratusan lainnya terluka. Puluhan pos dan pangkalan mereka juga hancur. Sementara itu, mujahidin Imarah Islam hanya menderita sedikit korban jiwa, dan klaim yang dibuat oleh menteri informasi Pakistan hanyalah propaganda dan jauh dari kebenaran.”

Pada saat yang sama, sejumlah analis politik memperingatkan bahwa bentrokan yang terus berlanjut antara Afghanistan dan Pakistan dapat berdampak negatif bagi kawasan tersebut.

Analis politik Rohullah Hotak mengatakan: “Jika konflik ini tidak dicegah, stabilitas regional akan terpengaruh dan lahan akan siap untuk perang proksi. Situasi ini juga dapat merugikan perekonomian regional.”

Analis militer Sarwar Niazi mengatakan: “Perang antara Afghanistan dan Pakistan tidak hanya akan berdampak negatif bagi kedua negara, tetapi juga akan merugikan negara-negara tetangga dan meningkatkan kebencian serta kekerasan di kawasan tersebut.”

Sebelumnya, menteri pertahanan Imarah Islam Afghanistan mengatakan kepada Tolo News bahwa Afghanistan tidak memulai perang dengan Pakistan tetapi akan membela diri jika diserang. (haninmazaya/arrahmah.id)