HERAT (Arrahmah.id) - Pejabat di Herat mengatakan lebih dari 1.100 jenis obat diproduksi di kawasan industri provinsi tersebut.
Menurut Kamar Industri dan Pertambangan Herat, saat ini terdapat 18 pabrik farmasi dan perlengkapan medis yang beroperasi di kawasan industri tersebut.
Mohammad Naser Amin, kepala kamar industri mengatakan: “Terdapat 18 pabrik farmasi dan perlengkapan medis aktif di kawasan industri Herat. Pekerjaan konstruksi sekitar 30 pabrik lainnya juga sedang berlangsung, tetapi beberapa kekurangan lahan sementara yang lain menghadapi kekurangan listrik. Kami berharap pabrik-pabrik ini akan mulai beroperasi pada tahun 1405.”
Selain obat-obatan, perlengkapan medis yang dibutuhkan untuk rumah sakit di Herat juga diproduksi di sana, lansir Tolo News (11/5/2026).
Dalam beberapa bulan terakhir, produksi di pabrik-pabrik farmasi di Herat meningkat menyusul pembatasan impor obat-obatan dari Pakistan.
Ahmad Farid Raoufi, wakil kepala pabrik farmasi di Herat, mengatakan: “Kami memproduksi obat-obatan standar, dan saya dengan bangga dapat mengatakan bahwa produk kami dapat bersaing dengan obat-obatan impor dalam hal kualitas. Tujuan kami adalah memproduksi obat-obatan berkualitas tinggi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk dalam negeri.”
Para dokter mengatakan obat-obatan yang diproduksi secara lokal diproduksi sesuai dengan standar internasional.
Nematullah Qazi Zada, kepala laboratorium di sebuah pabrik farmasi di Herat, mengatakan: “Kami merasa bertanggung jawab atas kesehatan masyarakat kami dan berupaya menyediakan obat-obatan berkualitas tinggi, efektif, aman, dan dapat diandalkan.”
Meskipun ratusan jenis obat diproduksi di kawasan industri Herat, sebagian besar kebutuhan farmasi pasar domestik masih diimpor dari negara lain. (haninmazaya/arrahmah.id)
