Memuat...

Jubir Militer Iran: Selat Hormuz Akan Menjadi Sulit bagi Negara Pendukung Sanksi AS

Zarah Amala
Senin, 11 Mei 2026 / 24 Zulkaidah 1447 10:00
Jubir Militer Iran: Selat Hormuz Akan Menjadi Sulit bagi Negara Pendukung Sanksi AS
IRGC merilis video yang memperingatkan kapal perusak AS di Hormuz. (Foto: cuplikan video, via Press TV)

TEHERAN (Arrahmah.id) - Juru bicara militer Iran, Akrami Nia, mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara yang berpartisipasi dalam sanksi Amerika Serikat terhadap Teheran. Ia menyatakan bahwa negara-negara tersebut akan menghadapi kesulitan besar saat melintasi Selat Hormuz.

Dalam pernyataannya pada Ahad (10/5/2026), Akrami Nia menegaskan bahwa Iran terus memperkuat kemampuan militer dan memperbarui "bank target" strategisnya di tengah ketegangan regional yang sedang berlangsung. Ia menekankan bahwa Teheran tidak pernah memercayai musuh terkait kesepakatan gencatan senjata.

"Kami tidak pernah memercayai musuh dalam hal gencatan senjata. Iran akan terus meningkatkan kesiapan militer, baik secara ofensif maupun defensif," ujar Akrami Nia.

Klaim Kemenangan Operasi Udara

Akrami Nia mengeklaim bahwa musuh pada akhirnya terpaksa melakukan gencatan senjata setelah melihat keteguhan angkatan bersenjata Iran. Ia juga mengungkapkan bahwa operasi Angkatan Udara Iran telah mencapai basis-basis militer Amerika Serikat di Kuwait, Qatar, dan Erbil selama konflik berlangsung.

"Pesawat-pesawat kami menyelesaikan misi mereka dan kembali dengan selamat ke pangkalan," tambahnya.

Mengenai situasi maritim, Iran menolak narasi bahwa mereka sedang berada di bawah blokade. Akrami Nia menyebut klaim tersebut sebagai propaganda yang bertujuan merusak kendali Teheran atas Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa perdagangan maritim Iran tetap berjalan lancar, meskipun mengakui adanya penahanan sejumlah kecil kapal sesuai dengan laporan internasional. Iran juga mengeklaim telah berhasil mencegah pergerakan kapal-kapal yang terkait dengan 'Israel'.

Pengerahan Kapal Selam 'Lumba-Lumba Teluk'

Sementara itu, Komandan Angkatan Laut Iran, Shahram Irani, menyatakan bahwa armada kapal selam Iran tetap beroperasi penuh dan telah dikerahkan di dasar laut dalam waktu yang lama untuk menghadapi kapal-kapal musuh.

Kapal selam ringan buatan dalam negeri tersebut dirancang khusus untuk kondisi Selat Hormuz. "Kapal selam kami dikenal sebagai 'Lumba-Lumba Teluk' (Gulf Dolphins)," kata Irani. Ia menambahkan bahwa armada bawah air tersebut telah melakukan manuver taktis sebelum kembali ke posisi penempatan di bawah laut.

Pernyataan-pernyataan dari petinggi militer Iran ini muncul di tengah ketegangan yang terus berlanjut dan konfrontasi sporadis antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan perairan vital tersebut. (zarahamala/arrahmah.id)