GAZA (Arrahmah.id) - Serangan drone militer 'Israel' kembali menewaskan sedikitnya tiga warga Palestina dan melukai beberapa lainnya di berbagai titik di Jalur Gaza pada Ahad (10/5/2026). Insiden ini menambah panjang daftar pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang dilakukan oleh pasukan pendudukan 'Israel'.
Di wilayah selatan, sebuah serangan udara 'Israel' menargetkan sebuah kendaraan di lingkungan Al-Amal, sebelah barat Khan Yunis. Serangan tersebut menewaskan dua perwira polisi Palestina dan melukai beberapa orang di sekitarnya.
Kementerian Dalam Negeri Gaza mengidentifikasi korban tewas sebagai Letnan Kolonel Wissam Fayez Abdel Hadi dan Sersan Fadi Abdel Moati Heikal. Video yang beredar di media sosial menunjukkan momen memilukan seorang bocah laki-laki Palestina yang menangis histeris meratapi kehilangan ayahnya dalam serangan tersebut.
Serangan di Gaza Tengah dan Rafah
Eskalasi juga terjadi di wilayah pusat Jalur Gaza. Seorang warga Palestina tewas dan beberapa lainnya luka-luka setelah drone 'Israel' melepaskan dua rudal di dekat bundaran Makki, kamp pengungsi Al-Maghazi.
Sementara itu di Rafah, seorang warga dilaporkan terluka setelah drone 'Israel' menjatuhkan bom yang menargetkan area Al-Shakoush di bagian utara kota tersebut. Selain serangan udara, artileri darat 'Israel' juga melakukan penembakan berat yang menyasar wilayah timur Al-Qarara, timur laut Khan Yunis.
Jumlah Korban Kumulatif Terus Melonjak
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan data terbaru mengenai dampak pelanggaran gencatan senjata yang telah berlangsung sejak 11 Oktober lalu, 851 warga tewas dan 2.437 luka-luka, 770 jenazah berhasil ditarik dari bawah bangunan yang hancur. Total 72.737 warga tewas dan 172.539 luka-luka.
Tim medis memberikan peringatan keras bahwa masih banyak korban yang terjebak di bawah reruntuhan dan di daerah yang sulit dijangkau. Tim darurat dan kru pertahanan sipil terus menghadapi keterbatasan operasional yang parah akibat blokade dan kerusakan infrastruktur.
Pejabat Palestina terus menuduh pasukan pendudukan 'Israel' sengaja merusak jalur diplomasi melalui serangan drone rutin, penembakan artileri, serta serangan yang menargetkan warga sipil dan infrastruktur vital di seluruh kantong wilayah tersebut, meskipun perjanjian gencatan senjata secara resmi masih berlaku. (zarahamala/arrahmah.id)
