Memuat...

Masjid Dibakar di Nepal Usai Hindu Radikal Setel Musik Saat Tarawih

Hanoum
Selasa, 24 Februari 2026 / 7 Ramadan 1447 03:40
Masjid Dibakar di Nepal Usai Hindu Radikal Setel Musik Saat Tarawih
Sebuah mobil dibakar saat bentrokan antara warga muslim dengan massa Hindu radikal di Gaur, Rautahat, Nepal. [Foto: Nepal Khabar]

RAUTAHAT (Arrahmah.id) -- Sebuah masjid di Gaur, Rautahat dilaporkan dibakar setelah bentrokan pecah antara warga Muslim dan massa Hindu radikal setempat yang protes terhadap musik yang dimainkan dalam sebuah prosesi pernikahan di dekat masjid yang sedang melaksanakan shalat tarawih, menurut laporan media lokal dan internasional. Insiden ini memicu ketegangan antar-komunitas serta pengetatan keamanan di wilayah strategis dekat perbatasan Indo-Nepal.

Dilansir Opindia (20/2/2026), lekerasan bermula pada malam Kamis (19/2) ketika prosesi pernikahan Hindu yang menampilkan musik DJ melintas dekat masjid saat umat Muslim sedang melaksanakan shalat tarawih. Polusi suara itu memicu protes dari jamaah masjid, yang dianggap mengganggu ibadah mereka, yang kemudian berkembang menjadi perselisihan lisan dan fisik antara dua kelompok komunitas. Ketegangan meningkat pada Jumat (20/2) pagi saat saling lempar batu dan balok menandai eskalasi konflik. Polisi dan aparat keamanan Nepal kemudian diterjunkan untuk memulihkan ketertiban.

Menurut laporan setempat, selama bentrokan masjid di Ward No. 3, Gaur juga diserang dan kemudian dibakar bersama beberapa kendaraan, memperburuk situasi keamanan yang sudah rapuh di kawasan itu. Pemerintah daerah Rautahat kemudian mengeluarkan penguncian wilayah untuk meredam kerusuhan dan mencegah lonjakan lebih lanjut dalam konflik komunal.

Reaksi aparat keamanan di Nepal terfokus pada upaya memulihkan ketertiban setelah bentrokan tersebut. Ratusan personel dari Nepal Police, Armed Police Force, dan Nepali Army telah dikerahkan di Rautahat sejak kejadian untuk menstabilkan wilayah dan menegakkan pembatasan pergerakan warga. Langkah ini diambil guna mencegah eskalasi lebih jauh di tengah persiapan pemilihan umum nasional yang dijadwalkan awal Maret 2026.

Pihak berwenang juga telah melakukan dialog lintas komunitas dan mengumumkan perjanjian awal guna meredakan ketegangan antar-agama, dengan seruan bersama dari tokoh masyarakat untuk menahan diri dan menjaga keharmonisan sosial di tengah beragam latar belakang agama di Rautahat. (hanoum/arrahmah.id)