DEIR EZ-ZOUR (Arrahmah.id) -- Pasukan Keamanan Dalam Negeri Suriah (Internal Security Forces/ISF) berhasil membongkar sebuah sel kelompok militan Islamic State (ISIS) dalam operasi penggerebekan di Provinsi Deir ez-Zour, Suriah timur.
Dalam operasi yang digelar pada Rabu (30/7/2026), seperti dilansir Welat (2/7), aparat menangkap pemimpin sel yang diidentifikasi sebagai Abdul Fattah, menewaskan komandan pembunuhan kelompok tersebut, serta menyita sejumlah senjata, rompi peledak, granat tangan, dan amunisi. Operasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Suriah menekan kebangkitan kembali jaringan ISIS di wilayah bekas basis kekuatan kelompok tersebut.
Menurut pernyataan resmi Internal Security Forces, operasi dilakukan setelah aparat memperoleh informasi intelijen mengenai lokasi persembunyian anggota sel ISIS di wilayah Al-Baghouz dan Al-Sha'fa, dekat perbatasan Suriah-Irak.
Ketika pasukan keamanan mengepung lokasi, para tersangka menolak menyerahkan diri sehingga terjadi baku tembak. Dalam operasi itu, pemimpin sel, Abdul Fattah, berhasil ditangkap sebelum sempat melempar granat tangan yang dibawanya.
Selain menangkap Abdul Fattah, aparat juga menangkap seorang tersangka lain bernama Haider Jad'an al-Jassim. Sementara itu, seorang anggota ISIS yang diidentifikasi sebagai Atta Allah, yang disebut sebagai komandan operasi pembunuhan (assassination commander) di kawasan tersebut, tewas dalam baku tembak setelah berusaha meledakkan rompi peledak yang dikenakannya. Aparat kemudian menyita rompi peledak, granat, senjata api, dan sejumlah amunisi dari lokasi penggerebekan.
Dalam keterangannya, Internal Security Forces menyatakan hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa sel tersebut diduga bertanggung jawab atas berbagai aksi teror, pembunuhan, dan serangan terhadap aparat keamanan di kawasan Al-Baghouz dan Al-Sha'fa dalam beberapa bulan terakhir.
"Pasukan kami berhasil menangkap pemimpin sel sebelum ia sempat menggunakan granat tangan yang dibawanya. Operasi ini menggagalkan rencana kelompok tersebut untuk melanjutkan serangan terhadap aparat keamanan dan warga sipil," demikian pernyataan Internal Security Forces Suriah.
Operasi tersebut juga mengakibatkan seorang anak mengalami luka setelah terjebak di dalam salah satu rumah yang menjadi lokasi penggerebekan. Pasukan keamanan menyatakan korban segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, sementara penyelidikan terhadap jaringan ISIS yang lebih luas masih terus dilakukan.
Deir ez-Zour, khususnya wilayah Al-Baghouz, memiliki arti penting dalam sejarah ISIS. Kawasan itu merupakan benteng terakhir kelompok tersebut sebelum kehilangan seluruh wilayah kekuasaannya di Suriah pada 2019. Meski demikian, berbagai laporan menunjukkan ISIS masih mempertahankan sel-sel tidur (sleeper cells) yang secara berkala melancarkan serangan terhadap aparat keamanan maupun warga sipil di wilayah timur Suriah.
Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah Suriah meningkatkan operasi kontra-terorisme di berbagai provinsi. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Suriah juga mengumumkan pembongkaran sejumlah sel ISIS di wilayah selatan dan penangkapan tokoh senior kelompok tersebut yang diduga terlibat dalam pembunuhan, pendanaan, serta perencanaan aksi teror. Langkah tersebut menunjukkan bahwa meskipun kekhilafahan ISIS telah runtuh, ancaman dari jaringan bawah tanah organisasi itu masih menjadi tantangan serius bagi stabilitas keamanan Suriah. (hanoum/arrahmah.id)
