Memuat...

Peringatan Keras HCPE: Penutupan Al-Aqsha Hingga 15 April Adalah Upaya Pengambilalihan Total

Zarah Amala
Jumat, 3 April 2026 / 15 Syawal 1447 11:30
Peringatan Keras HCPE: Penutupan Al-Aqsha Hingga 15 April Adalah Upaya Pengambilalihan Total
Pasukan pendudukan 'Israel' telah menutup Masjid Al-Aqsa sejak 28 Februari (Reuters)

ISTANBUL (Arrahmah.id) - Konferensi Rakyat Palestina untuk Luar Negeri (HCPE) merilis naskah "Seruan Al-Aqsha" pada Kamis (02/04/2026), menyusul kebijakan otoritas 'Israel' yang menutup total kompleks Masjid Al-Aqsha selama lebih dari satu bulan. Penutupan ini tercatat sebagai yang terlama sejak pendudukan Yerusalem Timur pada tahun 1967.

Ketua Komite Yerusalem HCPE, Helmy Al-Balbisi, menegaskan bahwa tindakan ini bukan sekadar prosedur keamanan biasa, melainkan langkah sistematis untuk memaksakan realitas baru (status quo) di Kota Suci tersebut.

Otoritas 'Israel' berdalih bahwa penutupan dilakukan karena status darurat terkait perang Amerika Serikat-'Israel' melawan Iran yang meletus sejak 28 Februari lalu. Namun, Al-Balbisi membantah klaim tersebut dan menyebutnya sebagai upaya bertahap untuk mengambil alih kontrol penuh atas Al-Aqsha serta memangkas kehadiran umat Islam di sana.

"Langkah ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap kebebasan beribadah dan intervensi langsung terhadap peran historis Wakaf Islam dalam mengelola Masjid Al-Aqsha," ujar Al-Balbisi dalam pernyataannya.

Masjid Al-Aqsha telah ditutup bagi jemaah muslim sejak akhir Februari, yang menyebabkan dilarangnya shalat Tarawih selama Ramadhan serta salat Idul Fitri untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad. Berdasarkan informasi yang diterima pihak Wakaf Islam, 'Israel' memutuskan untuk memperpanjang penutupan ini setidaknya hingga 15 April mendatang.

Selama masa penutupan, warga Palestina terpaksa melaksanakan shalat di jalan-jalan di luar gerbang Kota Tua di bawah penjagaan ketat pasukan keamanan.

Melalui "Seruan Al-Aqsa", HCPE mengajak rakyat Palestina, bangsa Arab, umat Islam, serta seluruh masyarakat dunia untuk menolak pelanggaran sistematis terhadap kesucian Masjid Al-Aqsha, menggelar demonstrasi guna menciptakan tekanan internasional terhadap pemerintah ekstremis 'Israel' dan menuntut pembukaan segera akses Masjid Al-Aqsha dan penghentian kebijakan judaisasi (teohud).

Meskipun gelombang kecaman terus datang dari berbagai negara Muslim, otoritas 'Israel' hingga berita ini diturunkan tetap bergeming dan menolak untuk membuka kembali masjid suci ketiga umat Islam tersebut. (zarahamala/arrahmah.id)