Memuat...

Serangan Drone di Pasar Sudan Tewaskan 28 Warga Sipil

Hanoum
Rabu, 20 Mei 2026 / 4 Zulhijah 1447 03:58
Serangan Drone di Pasar Sudan Tewaskan 28 Warga Sipil
Korban serangan drone di Pasar Nigeria. [Foto: AP]

KORDOFAN (Arrahmah.id) -- Sedikitnya 28 orang tewas dalam serangan drone yang menghantam sebuah pasar ramai di wilayah Kordofan Barat, Sudan, pada Senin waktu setempat. Serangan itu terjadi di tengah perang saudara yang masih berlangsung antara militer Sudan dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF), serta memperburuk krisis kemanusiaan di negara Afrika tersebut.

Dilansir Al Arabiya (19/5/2026), menurut laporan kelompok advokasi hukum Sudan Emergency Lawyers, drone menyerang pasar utama di kota Ghubaysh, wilayah yang saat ini dikuasai RSF. Selain menewaskan 28 orang, sedikitnya 23 warga lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan di area pasar yang saat itu dipenuhi masyarakat sipil.

Kelompok Emergency Lawyers menuding militer Sudan bertanggung jawab atas serangan tersebut. Dalam pernyataan yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia, kelompok itu menyebut, “Serangan ini menargetkan area sipil yang menjadi pusat kebutuhan ribuan warga.”

Namun, sumber militer Sudan membantah tuduhan tersebut. Pihak militer mengklaim drone mereka hanya menyerang dua kendaraan milik RSF di dekat pasar dan tidak menargetkan warga sipil. Hingga kini belum ada penyelidikan independen yang memastikan pihak mana yang bertanggung jawab atas jatuhnya korban sipil tersebut.

Serangan terjadi di Ghubaysh, sebuah kota penting di Kordofan Barat yang menjadi jalur distribusi makanan dan kebutuhan pokok bagi ribuan warga di wilayah konflik Sudan. Ledakan di pasar menyebabkan kepanikan besar, sementara sejumlah bangunan dan kios perdagangan dilaporkan rusak berat akibat hantaman drone.

Perang saudara Sudan pecah sejak April 2023 setelah perseteruan antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) yang dipimpin Jenderal Abdel Fattah al-Burhan dan RSF di bawah komando Mohamed Hamdan Dagalo atau Hemedti berubah menjadi konflik terbuka. Perang tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa jutaan warga mengungsi.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya memperingatkan meningkatnya penggunaan drone dalam konflik Sudan. Menurut data PBB yang dikutip Associated Press, sedikitnya 880 warga sipil tewas akibat serangan drone di Sudan sepanjang Januari hingga April 2026.

Krisis kemanusiaan di Sudan juga semakin memburuk akibat konflik berkepanjangan. Reuters melaporkan hampir 20 juta warga Sudan kini menghadapi kondisi kelaparan akut, sementara banyak wilayah berada di ambang bencana kelaparan akibat perang dan terganggunya distribusi bantuan kemanusiaan. (hanoum/arrahmah.id)