Memuat...

Olabi: Suriah Berkomitmen untuk Melindungi Hak-hak Anak

Hanin Mazaya
Kamis, 25 Juni 2026 / 10 Muharam 1448 18:43
Olabi: Suriah Berkomitmen untuk Melindungi Hak-hak Anak
(Foto: SANA)

DAMASKUS (Arrahmah.id) - Perwakilan Tetap Suriah untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Ibrahim Olabi, mengatakan Suriah tetap berkomitmen untuk melindungi hak-hak anak dan memperkuat kerja sama dengan PBB di bidang ini, termasuk upaya untuk mengembangkan rencana aksi nasional yang bertujuan untuk mencegah pelanggaran terhadap anak-anak.

Berbicara selama debat terbuka Dewan Keamanan PBB tentang Anak-Anak dan Konflik Bersenjata pada Rabu (24/6/2026), Olabi mengucapkan terima kasih kepada Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal untuk Anak-Anak dan Konflik Bersenjata atas penjelasannya dan keterlibatannya yang berkelanjutan dengan pemerintah Suriah mengenai masalah ini.

Olabi mengatakan warga Suriah ingat bahwa anak-anak termasuk di antara korban pertama rezim yang digulingkan 14 tahun lalu, ketika dinas keamanan menangkap, menyiksa, dan secara paksa menghilangkan sejumlah anak setelah mereka menulis slogan-slogan yang menyerukan penggulingan rezim di dinding sekolah, lansir SANA (25/6).

Ia mengatakan anak-anak itu menyulut percikan revolusi Suriah dan menjadi simbol abadi revolusi tersebut.

Sejak pembebasan, Suriah telah menegaskan kembali melalui Deklarasi Konstitusional yang dikeluarkan pada Maret tahun lalu bahwa semua hak yang tercantum dalam perjanjian dan konvensi hak asasi manusia internasional yang diratifikasi oleh negara tersebut merupakan bagian integral dari deklarasi tersebut, termasuk Konvensi tentang Hak Anak, tambah Olabi.

Ia mengatakan kunjungan Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB, Vanessa Frazer, ke Suriah pada Februari berjalan produktif dan sukses. Selama kunjungan tersebut, ia bertemu dengan para pejabat senior dari kementerian kehakiman, manajemen darurat dan bencana, pertahanan, dalam negeri, dan urusan sosial dan tenaga kerja, serta meninjau langkah-langkah yang diambil untuk melindungi anak-anak dan mencegah pelanggaran terhadap mereka.

Olabi menambahkan bahwa Suriah bekerja secara konstruktif dengan kantor Perwakilan Khusus untuk merumuskan rencana aksi nasional untuk mencegah pelanggaran terhadap anak-anak. Ia mengatakan pemerintah Suriah juga telah memutuskan untuk bergabung dengan inisiatif “Prove It Matters” yang diluncurkan oleh Perwakilan Khusus dan siap bekerja sama dengan kantornya untuk memastikan implementasi penuh Konvensi tentang Hak Anak.

Ia menekankan bahwa nyawa anak-anak di Suriah terus terancam oleh ranjau darat dan amunisi yang belum meledak, dan menyambut baik upaya internasional yang bertujuan untuk membantu pemerintah Suriah dalam mengatasi bahaya dan melindungi warga sipil.

Olabi mengatakan bahwa diskusi tentang anak-anak di Suriah tidak dapat mengabaikan kondisi di kamp al-Hol dan Roj, yang menampung ribuan anak-anak dan perempuan dari berbagai kebangsaan yang telah kehilangan akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan selama lebih dari tujuh tahun.

Ia menyerukan kepada semua negara yang terkait untuk bertanggung jawab atas warga negara mereka di kamp-kamp tersebut dan untuk segera bekerja sama dalam menemukan solusi jangka panjang, termasuk mempercepat repatriasi mereka.

Sebagai penutup pidatonya, Olabi mengatakan bahwa seluruh generasi anak-anak Suriah hanya mengenal perang, kehancuran, dan ketidakamanan. Ia menggambarkan mereka sebagai generasi revolusi Suriah dan mengatakan bahwa mereka akan memainkan peran sentral dalam membangun kembali Suriah yang bebas, aman, dan makmur. (haninmazaya/arrahmah.id)