Memuat...

Puasa dan Malaikat

Oleh Ustadz Farid OkbahDa'i dan Ulama Nasional
Jumat, 27 Februari 2026 / 10 Ramadan 1447 07:22
Puasa dan Malaikat
Puasa dan Malaikat

(Arrahmah.id) - Selain Allah adalah makhluk. Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api dan manusia diciptakan dari tanah.
Malaikat diberi akal tidak dikasih nafsu. Sedang manusia diberi akal dan nafsu.
Adapun binatang diberi nafsu tidak diberi akal.

Malaikat Tidak Pernah Melanggar

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At-Tahrim, 66: 6)

Mereka Beribadah Tanpa Henti

وَلَهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَمَنْ عِنْدَهٗ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِهٖ وَلَا يَسْتَحْسِرُوْنَ (19) يُسَبِّحُوْنَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُوْنَ (20)

Dan milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Dan (malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya, tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih. Mereka bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang. (QS. Al-Anbiya’, 21: 19-20)

وَتَرَى الْمَلٰۤىِٕكَةَ حَاۤفِّيْنَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُوْنَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْۚ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَقِيْلَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

Dan engkau (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat melingkar di sekeliling ‘Arsy, bertasbih sambil memuji Tuhannya; lalu diberikan keputusan di antara mereka secara adil dan dikatakan, “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.” (QS. Az-Zumar, 39: 75)

Malaikat Menjalankan Tugas dari Allah

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ جَاعِلِ الْمَلٰۤىِٕكَةِ رُسُلًاۙ اُولِيْٓ اَجْنِحَةٍ مَّثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَۗ يَزِيْدُ فِى الْخَلْقِ مَا يَشَاۤءُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan yang mempunyai sayap, masing-masing dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (QS. Fathir, 35: 1)

Ada yang bertugas mencatat ucapan dan perbuatan:

اِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيٰنِ عَنِ الْيَمِيْنِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيْدٌ (17) مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ (18)

(Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat, yang satu di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri. Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap. (QS. Qaf, 50: 17-18)

Ada yang memberikan dukungan kepada kaum mukminin yang berjuang di jalan Allah:

اِذْ تَقُوْلُ لِلْمُؤْمِنِيْنَ اَلَنْ يَّكْفِيَكُمْ اَنْ يُّمِدَّكُمْ رَبُّكُمْ بِثَلٰثَةِ اٰلَافٍ مِّنَ الْمَلٰۤىِٕكَةِ مُنْزَلِيْنَ (124) بَلٰٓى ۙاِنْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا وَيَأْتُوْكُمْ مِّنْ فَوْرِهِمْ هٰذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ اٰلَافٍ مِّنَ الْمَلٰۤىِٕكَةِ مُسَوِّمِيْنَ (125)

(Ingatlah), ketika engkau mengatakan kepada orang-orang beriman, “Apakah tidak cukup bagimu bahwa Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan?” Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya Allah menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. (QS. Ali ‘Imran, 3: 124-125)

Malaikat Pencabut Nyawa

وَلَوْ تَرٰٓى اِذْ يَتَوَفَّى الَّذِيْنَ كَفَرُوا الْمَلٰۤىِٕكَةُ يَضْرِبُوْنَ وُجُوْهَهُمْ وَاَدْبَارَهُمْۚ وَذُوْقُوْا عَذَابَ الْحَرِيْقِ

Dan sekiranya kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang kafir sambil memukul wajah dan punggung mereka (dan berkata), “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar.” (QS. Al-Anfal, 8: 50)

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا ... اَخْرِجُوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ اَلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُوْنِ ...

(Singkatnya:) Pada saat sakratul maut, para malaikat berkata, “Keluarkanlah nyawamu.” Pada hari itu kamu dibalas dengan azab yang menghinakan karena kamu berkata dusta terhadap Allah dan menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS. Al-An’aam, 6: 93)

Malaikat Jibril

Yang paling mulia dari seluruh malaikat adalah Jibril yang bertugas mengantar wahyu. Suatu ketika beliau datang dalam rupa seorang lelaki yang sangat rapi, berpakaian putih, tidak terlihat bekas perjalanan. Ia bertanya kepada Nabi ﷺ tentang Islam, iman, ihsan, dan hari kiamat. Setelah ia pergi, Nabi ﷺ bersabda:

«فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ، أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ»

"Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian."
(HR. Muslim)

Malaikat Mendoakan Orang Beriman

شَهِدَ اللّٰهُ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۙ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ وَاُولُوا الْعِلْمِ قَاۤىِٕمًاۢ بِالْقِسْطِۗ

Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; demikian pula para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan. (QS. Ali ‘Imran, 3: 18)
هُوَ الَّذِيْ يُصَلِّيْ عَلَيْكُمْ وَمَلٰۤىِٕكَتُهٗ ...


Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya memohonkan ampunan untukmu, agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya.

(QS. Al-Ahzab, 33: 41-43)

اَلَّذِيْنَ يَحْمِلُوْنَ الْعَرْشَ ... رَبَّنَا وَاَدْخِلْهُمْ جَنّٰتِ عَدْنٍ ...


Malaikat yang memikul ‘Arsy memohonkan ampunan bagi orang-orang beriman dan berdoa agar mereka dimasukkan ke dalam surga ‘Adn bersama keluarga yang saleh.

(QS. Ghafir, 40: 7-9)

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا ...


Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka (seraya berkata), “Jangan takut dan jangan bersedih, bergembiralah dengan surga.”

(QS. Fushshilat, 41: 30)

جَنّٰتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَهَا ... سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ ...


Para malaikat masuk kepada mereka dari semua pintu (seraya berkata), “Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.”

(QS. Ar-Ra'd, 13: 23-24)

Begitu akrabnya malaikat dengan orang beriman. Karena itu mari kita menjaga hubungan kita kepada Allah, terutama di bulan Ramadhan ini, agar malaikat semakin dekat dengan kita.

Wallahul Musta’an.

(*/arrahmah.id)