MOSKOW (Arrahmah.id) - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Moskow menginginkan pengakhiran total perang di Ukraina, bukan sekadar jeda sementara atau "pembekuan" konflik.
Berbicara usai KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai di Bishkek, ia mengatakan Rusia siap bernegosiasi dengan pihak mana pun yang bersedia melakukan pembicaraan, lansir Tolo News (2/9/2026).
Putin berkata: "Kami menginginkan hal yang sama, namun bukan membekukan perang. Sebaliknya, kami ingin mengakhiri perang dan mencapai perdamaian yang langgeng serta menyeluruh di seluruh Ukraina dan Eropa. Kami siap memulai proses dialog dengan pihak mana pun yang bersedia melakukannya."
Sementara itu, ketegangan antara Moskow dan Kiev meningkat akibat serangan pesawat nirawak (drone) dan berlanjutnya perang.
Putin mengklaim peringatan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bahwa wilayah udara Rusia akan menjadi tidak aman sebagai tindakan yang menjurus pada "terorisme negara," seraya menegaskan bahwa Moskow akan merespons tindakan semacam itu.
Ia menambahkan: "Jika pernyataan semacam itu disampaikan secara terbuka, hal itu menjurus pada terorisme negara. Saya juga ingin menarik perhatian Anda pada fakta bahwa mereka meminta kami untuk melanjutkan dialog dan bertemu secara langsung. Anda tidak bisa bernegosiasi dengan teroris. Jika insiden tragis seperti itu terjadi, kami akan mencari cara untuk meresponsnya."
Menanggapi hal tersebut, Zelenskyy menyatakan bahwa drone Ukraina akan terus beroperasi di wilayah udara Rusia.
Ia menegaskan bahwa serangan Ukraina dilakukan dalam kerangka hak membela diri serta menyasar fasilitas militer dan infrastruktur yang mendukung perang Rusia.
Presiden Ukraina itu berkata: "Wilayah udara Rusia akan menjadi sama sekali tidak aman. Ukraina tidak mengancam penerbangan sipil atau pesawat sipil. Intinya adalah drone akan hadir di wilayah udara Rusia, dan hal ini harus diperhitungkan. Perang yang dimulai oleh Rusia, pada praktiknya, menutup wilayah udaranya sendiri."
Dalam beberapa hari terakhir, Rusia telah meningkatkan serangan ke sejumlah wilayah Ukraina, sementara Zelenskyy menuduh Rusia berupaya menguras tenaga dan melemahkan Ukraina melalui serangan drone yang berulang kali dilakukan. (haninmazaya/arrahmah.id)
