Memuat...

Riyadh Sebut Serangan 'Israel' di Gaza Bentuk Pembersihan Etnis

Hanoum
Rabu, 13 Agustus 2025 / 20 Safar 1447 11:36
Riyadh Sebut Serangan 'Israel' di Gaza Bentuk Pembersihan Etnis
Foto ilustrasi. [Foto: AP Photo/Abdel Kareem Hana]

RIYADH (Arrahmah.id) -- Arab Saudi mengecam keputusan 'Israel' untuk memperluas operasi militer di wilayah Jalur Gaza. Riyadh menyebut Tel Aviv sedang melakukan "pembersihan etnis" terhadap warga Palestina.

Kecaman terhadap 'Israel' itu, seperti dilansir Al Arabiya (12/8/2025), disampaikan oleh kabinet Saudi saat menggelar rapat di NEOM, yang dipimpin langsung oleh Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), yang secara resmi menjabat sebagai Perdana Menteri (PM) Saudi.

"Kabinet dengan tegas dan dengan suara keras mengecam keputusan pendudukan Israel untuk menduduki Jalur Gaza dan mengutuk kegigihan mereka dalam melakukan serangkaian kejahatan kelaparan, praktik brutal, dan pembersihan etnis terhadap rakyat Palestina," demikian dilaporkan Saudi Press Agency (SPA).

Kabinet Saudi, menurut SPA, juga "menekankan bahwa ketidakmampuan komunitas internasional dan Dewan Keamanan yang berkelanjutan untuk menghentikan serangan dan pelanggaran ini telah merusak dasar sistem internasional dan legitimasi internasional".

Kecaman itu dilontarkan setelah kabinet keamanan 'Israel', pekan lalu, menyetujui rencana yang diusulkan oleh Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu agar militer Tel Aviv "mengambil alih kendali" atas Kota Gaza, kota terbesar di Jalur Gaza.

Rencana itu, menurut 'Israel', bertujuan untuk "mengalahkan" kelompok Hamas di Jalur Gaza.

Rencana 'Israel' untuk menguasai Kota Gaza dan memperluas serangan di Jalur Gaza itu menuai banyak kritikan. Namun, Netanyahu menyampaikan pembelaannya.

"'Israel' tidak memiliki pilihan selain menyelesaikan pekerjaan dan menuntaskan kekalahan Hamas," tegasnya.

"Kami memiliki sekitar 70 persen hingga 75 persen wilayah Gaza di bawah kendali 'Israel', kendali militer. Tetapi kami masih memiliki dua benteng tersisa, oke? Ini adalah Kota Gaza dan kamp-kamp pusat di Al Mawasi," ucap Netanyahu merujuk pada lokasi dua benteng Hamas yang tersisa di Jalur Gaza.

Netanyahu, pada Senin (11/8), mengumumkan bahwa serangan militer terbaru terhadap Jalur Gaza akan segera dimulai. Netanyahu berharap dapat menyelesaikan serangan terbaru ke Jalur Gaza dengan "cukup cepat". (hanoum/arrahmah.id)