KABUL (Arrahmah.id) -- Sebuah serangan roket menghantam bagian militer Bandara Kabul, Afghanistan, pada Rabu (20/5/2026) malam waktu setempat. Kelompok oposisi bersenjata Afghanistan Freedom Front (AFF) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut dan menyebut operasi itu menargetkan fasilitas militer Imarah Islam Afghanistan (IIA) di ibu kota Afghanistan.
Menurut pernyataan AFF yang dipublikasikan melalui media sosial pada Kamis (21/5), serangan dilakukan sekitar pukul 22.00 waktu lokal terhadap pangkalan yang terhubung dengan area militer Bandara Kabul. Kelompok anti-Taliban itu mengklaim serangan roket memicu kebakaran besar di lokasi ledakan.
“Serangan ini dilakukan secara presisi dan terkoordinasi terhadap fasilitas militer Taliban,” kata Afghanistan Freedom Front, dikutip dari Afghanistan International (21/5).
Hingga kini pemerintah IIA belum memberikan komentar resmi mengenai insiden tersebut. AFF juga mengaku belum memperoleh angka pasti korban di pihak Taliban maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan tersebut.
Media Afghanistan International melaporkan kelompok AFF turut merilis video yang diklaim memperlihatkan momen serangan roket ke kawasan bandara militer Kabul. Dalam pernyataannya, kelompok itu menyebut tidak ada anggotanya yang terluka selama operasi berlangsung.
Bandara Kabul merupakan salah satu fasilitas strategis utama IIA sejak kelompok itu kembali berkuasa pada Agustus 2021. Area militer bandara diketahui digunakan IIA untuk pelatihan pasukan, penyimpanan perlengkapan militer, dan operasi keamanan ibu kota Afghanistan.
Afghanistan Freedom Front sendiri merupakan salah satu kelompok perlawanan anti-Taliban yang aktif melakukan serangan bersenjata sejak IIA mengambil alih Afghanistan. Kelompok itu sebelumnya juga pernah mengklaim serangan roket terhadap bagian militer Bandara Kabul pada Oktober 2024 dan mengaku menimbulkan kerugian besar di pihak IIA.
Situasi keamanan Afghanistan dalam beberapa bulan terakhir memang kembali memburuk. Selain meningkatnya aktivitas kelompok oposisi anti-Taliban, Afghanistan juga menghadapi ketegangan militer dengan Pakistan yang sempat memicu serangan udara dan bentrokan lintas batas pada awal 2026.
Council on Foreign Relations (CFR) menyebut Afghanistan saat ini masih menjadi wilayah rawan konflik dengan keberadaan berbagai kelompok bersenjata seperti ISIS-K, Taliban Pakistan (TTP), dan kelompok perlawanan anti-Taliban yang terus melancarkan operasi di berbagai wilayah negara tersebut. (hanoum/arrahmah.id)
