TEHERAN (Arrahmah.id) - Pemerintah Iran melalui media pemerintah dan Garda Revolusi (IRGC) secara resmi membantah kabar yang sempat viral mengenai peringatan evakuasi bagi warga di Doha, Qatar. Klarifikasi ini muncul pada Ahad dini hari (22/3/2026) setelah sebuah unggahan di saluran Telegram televisi resmi Iran sempat menyebarkan pesan peringatan bertajuk "Peringatan Evakuasi Segera: Tinggalkan Doha, Qatar".
Pihak televisi pemerintah Iran segera menghapus unggahan tersebut dan menyampaikan permohonan maaf kepada audiens. Mereka menyatakan bahwa informasi tersebut tidak resmi dan berasal dari sumber internal yang tidak tervalidasi, sehingga langsung ditarik dari peredaran.
Kantor berita Tasnim mengutip sumber dari IRGC yang menegaskan bahwa Iran tidak pernah mengeluarkan peringatan evakuasi apa pun untuk Doha maupun media-media yang berbasis di Qatar.
Sumber IRGC tersebut menyatakan bahwa rumor palsu ini sengaja disebarkan di ruang siber. Ia menambahkan bahwa penargetan terhadap media adalah karakter Zionis dan tidak ada hubungannya dengan kebijakan Iran.
Teheran menegaskan kembali posisi diplomatiknya bahwa mereka menganggap rakyat dan pemerintah di kawasan Teluk sebagai saudara. Iran mengeklaim hanya menargetkan kepentingan Amerika Serikat dan 'Israel' di wilayah tersebut.
Pesan "Evakuasi Segera" sempat muncul sesaat di kanal Telegram resmi sebelum memicu kepanikan singkat. Namun, dalam hitungan menit, unggahan tersebut dihapus dan diganti dengan pernyataan permohonan maaf serta bantahan resmi.
Hingga saat ini, aktivitas di Doha tetap berjalan normal. Pemerintah Qatar sendiri sebelumnya telah mengambil langkah tegas dengan mengusir atase militer Iran setelah serangan di Ras Laffan, namun klarifikasi terbaru dari Teheran ini diharapkan dapat meredakan ketegangan psikologis di masyarakat.
Insiden salah posting ini menunjukkan betapa tingginya ketegangan di ruang informasi selama perang berlangsung. Meskipun Iran mencoba memperbaiki citranya dengan menyebut negara-negara Teluk sebagai saudara, rekam jejak serangan rudal ke Ras Laffan beberapa hari lalu tetap membuat negara-negara tetangga waspada terhadap setiap pergerakan atau pernyataan yang keluar dari Teheran. (zarahamala/arrahmah.id)
