GAZA (Arrahmah.id) - Serangan "Israel" menewaskan sedikitnya lima warga Palestina di Jalur Gaza dalam dua serangan terpisah pada Sabtu (10/10/2026), menurut keterangan pejabat kesehatan.
Tim medis menyatakan bahwa serangan "Israel" menewaskan empat orang di dekat Panda Mall di Kota Gaza, sementara serangan lainnya menewaskan satu orang di kawasan Tuffah, yang terletak lebih jauh ke arah selatan kota tersebut.
Militer "Israel" mengklaim bahwa kedua serangan itu menyasar kelompok militan, namun tidak memberikan informasi lebih lanjut, lansir Reuters.
"Israel" telah meningkatkan serangan terhadap Hamas dalam beberapa pekan terakhir, dengan alasan bahwa kelompok militan Palestina tersebut kembali mempersenjatai diri dan melancarkan serangan yang melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Hamas membantah tuduhan membangun kembali persenjataan atau merencanakan serangan, serta menuduh "Israel" merusak kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh Amerika Serikat setahun yang lalu.
Kesepakatan gencatan senjata tersebut mengamanatkan rekonstruksi wilayah itu pada akhirnya. Namun, hanya sedikit kemajuan yang dicapai dalam pelaksanaan perjanjian untuk mengakhiri konflik, yang mencakup ketentuan agar Hamas melucuti senjata dan "Israel" menarik pasukannya.
Pejabat kesehatan Gaza menyatakan bahwa sedikitnya 1.400 warga Palestina telah tewas akibat serangan "Israel" sejak gencatan senjata disepakati pada bulan Oktober lalu. "Israel" menyebutkan bahwa empat tentaranya tewas akibat serangan militan di Gaza dalam periode yang sama.
Perang Gaza dipicu oleh serangan yang dipimpin Hamas terhadap "Israel" pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan 1.200 orang dan menyebabkan 251 orang lainnya disandera.
Serangkaian pemboman dan operasi darat "Israel" di Gaza setelah peristiwa tersebut telah menewaskan lebih dari 74.000 orang, menurut data pejabat kesehatan Gaza. (haninmazaya/arrahmah.id)
