GAZA (Arrahmah.id) - Serangan militer 'Israel' di Jalur Gaza terus berlangsung sejak Sabtu (18/7/2026), menewaskan sedikitnya 13 warga Palestina. Eskalasi ini terjadi di tengah pelanggaran berulang terhadap kesepakatan gencatan senjata yang seharusnya berlaku sejak Oktober 2025.
Salah satu insiden paling mematikan terjadi pada Sabtu malam di lingkungan Al-Nasr, Kota Gaza. Sebuah serangan udara 'Israel' menghantam gedung apartemen tempat tinggal keluarga Adham Ibrahim Shaaban Nisman (42). Serangan tersebut menewaskan Adham, istrinya Marwa Nayef Mohammad Nisman (39), serta ketiga anak mereka: Arwa (8), Yahya (17), dan Ibrahim (15). Hanya satu anak dari keluarga tersebut yang selamat karena berada di luar rumah saat serangan terjadi. Selain itu, beberapa warga sipil lainnya yang berada di dalam dan sekitar gedung juga mengalami luka-luka.
Di lokasi lain di Kota Gaza, tepatnya di lingkungan Zaytoun, tim penyelamat berhasil mengevakuasi dua jenazah dari Jalan Kashko setelah serangan artileri intensif sepanjang malam. Sebelumnya, proses evakuasi sempat terhambat akibat gempuran yang terus berlangsung. Masih di lingkungan yang sama, seorang wanita tewas dan suaminya mengalami luka-luka akibat hantaman artileri Israel.
Di persimpangan Dawla, tim medis melaporkan tewasnya tiga warga Palestina, Salem Tawfiq Abu Zur, Ahmad Nimr Abu Zur, dan Luay Nimr Al-Mubayyid, setelah lokasi tempat mereka berkumpul diserang oleh tembakan artileri.
Di wilayah selatan, tepatnya di Rafah, Ahmad Mohammad Ahmad Al-Bardawil dilaporkan tewas akibat tembakan militer 'Israel' di area Al-Furusiyya. Sementara itu, Mohammad Owais dinyatakan meninggal dunia menyusul luka yang dideritanya dalam serangan sebelumnya di dekat Persimpangan Al-Shabiya. Di Gaza tengah, sebuah pesawat nirawak (drone) 'Israel' menjatuhkan bom di dekat Masjid Agung di selatan kamp pengungsian Al-Bureij.
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat bahwa dalam 48 jam terakhir, sejumlah rumah sakit telah menerima 19 jenazah dan 60 warga terluka. Sejak pelanggaran gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober 2025, 'Israel' telah menewaskan 1.144 warga Palestina dan melukai 3.703 lainnya, dengan 802 jenazah tambahan berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan.
Hingga saat ini, total korban jiwa akibat kampanye militer 'Israel' yang dimulai sejak Oktober 2023 telah mencapai sedikitnya 73.269 orang tewas dan 173.811 orang terluka. Meskipun gencatan senjata secara teknis masih berlaku, pemukiman penduduk dan infrastruktur sipil di seluruh Jalur Gaza terus menjadi sasaran pengeboman rutin. (zarahamala/arrahmah.id)
