TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Tak lama setelah kritikan menghujani dirinya, Menteri Keuangan 'Israel' Bezalel Smotrich, yang merupakan ketua partai Zionisme Religius, mencabut komentarnya yang dianggap menghina Saudi. Dia juga menyampaikan permintaan maaf.
"Pernyataan saya tentang Arab Saudi benar-benar tidak pantas, dan saya memohon maaf atas penghinaan yang ditimbulkannya," ucap Smotrich, dikutip dari CNN (24/10/2024).
Namun, dia juga menambahkan: "Meskipun demikian, dan sekaligus, saya berharap Saudi tidak merugikan kami dan tidak mengingkari warisan, tradisi, dan hak-hak orang Yahudi atas tanah air bersejarah mereka di Yudea dan Samaria, serta membangun perdamaian sejati dengan kami."
Yudea dan Samaria merujuk pada sebutan 'Israel' untuk Tepi Barat.
Sejauh ini belum ada komentar langsung dari Saudi terkait pernyataan Smotrich tersebut.
Saudi berulang kali mensyaratkan tercapainya kesepakatan normalisasi hubungan dengan 'Israel', dengan syarat Tel Aviv menerima negara Palestina dan memulai proses politik serius yang mengarah pada pembentukan negara Palestina.
Sebelumnya, Smotrich melontarkan komentar yang menghina Arab Saudi, saat menolak normalisasi hubungan dengan Riyadh dengan imbalan terbentuknya negara Palestina. Komentar menteri garis keras 'Israel' yang bernada menghina itu menuai kecaman dari kalangan oposisi 'Israel'.
Dalam komentarnya, Smotrich mengatakan dirinya tidak akan menyetujui perjanjian normalisasi hubungan dengan Saudi, jika itu berarti pembentukan negara Palestina. Dia kemudian melontarkan komentar bernada merendahkan dan menghina Saudi.
"Jika Arab Saudi mengatakan kepada kita 'normalisasi dengan imbalan negara Palestina', teman-teman -- tidak, terima kasih," kata Smotrich.
"Teruslah menunggang unta di gurun pasir di Arab Saudi, dan kita akan terus berkembang dengan ekonomi, masyarakat, dan negara, dan hal-hal hebat yang kita ketahui," ucap Smotrich yang dikenal berhaluan ekstrem. (hanoum/arrahmah.id)
