NEW YORK (Arrahmah.id) -- Seorang pria bersenjata pisau ditangkap aparat kepolisian setelah diduga menikam dua orang di kawasan Upper East Side, New York City, Amerika Serikat, Kamis (24/7/2026) waktu setempat. Insiden yang terjadi di dekat sebuah sinagoge Yahudi itu menarik perhatian luas setelah sejumlah saksi menyebut pelaku meneriakkan kalimat “Allahu Akbar” sebelum melakukan penyerangan. Polisi kini menyelidiki kemungkinan motif kebencian (hate crime) di balik serangan tersebut.
Menurut Departemen Kepolisian New York (NYPD), seperti dilansir The Telegraph (24/7), pelaku yang diidentifikasi sebagai Raul Morales menyerang seorang pria Yahudi berusia 67 tahun menggunakan obeng atau benda tajam serupa sebelum melukai korban kedua yang berusaha membantu menghentikan aksi tersebut. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 pagi di East 60th Street dan Lexington Avenue, tidak jauh dari Central Synagogue, salah satu rumah ibadah Yahudi terbesar di New York.
Saksi mata di lokasi mengatakan pelaku terdengar meneriakkan “Allahu Akbar” sebelum menyerang korban. Sejumlah media Amerika, termasuk The Telegraph dan Daily Mail, melaporkan bahwa salah satu korban mengalami luka tusuk di bagian dada dan segera dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi stabil. Korban kedua juga mengalami luka ringan saat mencoba melumpuhkan pelaku.
Komisaris Polisi New York Jessica Tisch mengatakan penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan motif serangan tersebut.
"Kami sedang menyelidiki seluruh aspek kasus ini, termasuk kemungkinan adanya unsur kebencian atau target yang dipilih secara spesifik karena identitas agama korban," ujar Jessica Tisch dalam keterangannya kepada media setempat.
Aparat kepolisian berhasil menangkap pelaku beberapa saat setelah kejadian. Menurut laporan awal, Morales memiliki riwayat gangguan kesehatan mental dan sebelumnya pernah berurusan dengan aparat penegak hukum. Namun, pihak berwenang menegaskan bahwa investigasi masih berlangsung dan belum ada kesimpulan akhir mengenai latar belakang tindakan tersebut.
Organisasi masyarakat Yahudi di New York mengecam keras serangan itu. Ketua Anti-Defamation League (ADL) Jonathan Greenblatt menyatakan bahwa meningkatnya insiden kekerasan terhadap komunitas Yahudi menjadi perhatian serius.
"Setiap serangan terhadap seseorang karena identitas agamanya adalah ancaman terhadap seluruh masyarakat," kata Greenblatt dalam pernyataannya.
Hingga Jumat (25/7), polisi New York masih mengumpulkan rekaman CCTV, keterangan saksi, dan bukti forensik untuk menentukan secara pasti motif penyerangan. Sementara itu, kedua korban dilaporkan berada dalam kondisi stabil dan mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat. (hanoum/arrahmah.id)
