Memuat...

Warga 'Israel' Ungkap Unit Elit 'Israel' Hapus Rekaman Keamanan 7 Oktober

Zarah Amala
Kamis, 14 Mei 2026 / 27 Zulkaidah 1447 10:47
Warga 'Israel' Ungkap Unit Elit 'Israel' Hapus Rekaman Keamanan 7 Oktober
Unit 'Israel' hapus bukti peristiwa 7 Oktober (QNN)

BE’ERI (Arrahmah.id) - Para pemukim 'Israel' di Be’eri melontarkan tuduhan serius terhadap unit cadangan militer rahasia terkait penanganan bukti visual pasca-operasi perlawanan 7 Oktober 2023. Menurut laporan Israel Hayom, unit tersebut diduga menyita rekaman kamera keamanan (CCTV), menyebarkannya ke media tanpa izin, dan mengembalikan materi tersebut dalam kondisi telah diedit atau dihapus sebagian.

Kesaksian ini berfokus pada unit cadangan khusus yang terdiri dari veteran pasukan elit seperti Sayeret Matkal dan Shayetet 13. Unit ini memasuki wilayah perbatasan Gaza pada 9 Oktober 2023, saat lokasi kejadian masih dipenuhi puing-puing kehancuran.

Anggota tim keamanan Be’eri menyatakan bahwa personel militer tersebut mendatangi ruang komando pemukiman dan mengambil seluruh rekaman sistem CCTV. Militer menjanjikan bahwa materi tersebut akan dikembalikan secara utuh dan hanya digunakan sebagai alat bantu untuk melacak lokasi tentara 'Israel' yang ditawan.

"Kami mempercayai mereka. Kami menyerahkan rekaman itu agar mereka bisa membantu memulangkan orang-orang kami," ujar salah satu anggota tim keamanan pemukiman.

Manipulasi Bukti dan Penggunaan Tanpa Izin

Kecurigaan mulai muncul hanya dua hari setelah penyitaan. Para pemukim mengenali rekaman CCTV milik mereka disiarkan secara luas di televisi nasional. Namun, masalah utama muncul ketika materi fisik dikembalikan ke pihak pemukiman.

Warga Be’eri mengklaim beberapa bagian krusial dalam rekaman tersebut telah hilang atau diubah secara sengaja. Sumber dari Be’eri menegaskan bahwa penghapusan ini dilakukan secara terencana. "Ini bukan keputusan yang dibuat dalam kekacauan perang. Keputusan ini dibuat di bawah lampu neon (di kantor)," tegas sumber tersebut.

Mempertanyakan Narasi Resmi "Hannibal Directive"

Tuduhan manipulasi rekaman ini menimbulkan pertanyaan baru mengenai narasi resmi pemerintah 'Israel' tentang apa yang sebenarnya terjadi di perbatasan Gaza. Sebelumnya, sejumlah laporan dan kesaksian mengisyaratkan bahwa tentara 'Israel' mungkin telah menerapkan Hannibal Directive, sebuah protokol militer yang mengizinkan serangan mematikan untuk mencegah penangkapan tentara oleh musuh, meski harus mengorbankan nyawa tentara itu sendiri.

Tanda-tanda kerusakan di lokasi, termasuk bekas tembakan helikopter Apache dan serangan tank ke rumah-rumah warga, semakin memperkuat keraguan publik atas transparansi militer dalam menangani bukti-bukti visual yang disita dari kamera keamanan warga. (zarahamala/arrahmah.id)