Memuat...

Warga Paktika Menuntut Pembalasan terhadap Pakistan dan Siap Berdiri Bersama Pasukan Imarah Islam Afghanistan

Hanin Mazaya
Selasa, 24 Februari 2026 / 7 Ramadan 1447 16:28
Warga Paktika Menuntut Pembalasan terhadap Pakistan dan Siap Berdiri Bersama Pasukan Imarah Islam Afghanistan
(Foto: Tolo News)

PAKTIKA (Arrahmah.id) - Ini bukan pertama kalinya rezim militer Pakistan menargetkan daerah sipil di Paktika, selain provinsi-provinsi lain, yang mengakibatkan korban jiwa di kalangan warga sipil.

Warga di daerah yang dibom di provinsi tersebut, sambil mengutuk serangan Pakistan, menyerukan kepada Imarah Islam untuk membalas dendam. Mereka menekankan bahwa jika balasan dilakukan, mereka akan berdiri di samping pasukan pertahanan di garis depan dan siap untuk pengorbanan apa pun, lansir Tolo News (24/2/2026).

Menurut mereka, selain kejahatan masa lalunya, rezim militer Pakistan kali ini juga membom situs-situs keagamaan di distrik Barmal, provinsi Paktika.

Mir Salam, seorang warga distrik Argon di Paktika, mengatakan: “Kami mendukung Imarah Islam dan telah mengabdikan hidup kami untuknya, tetapi kami ingin mereka membalas dendam kepada Pakistan, karena itu adalah negara yang sangat represif. Semua orang teguh berdiri disamping Imarah Islam.”

Khayal Mohammad, seorang warga distrik Barmal, juga mengatakan: “Mereka telah menyerang tanah kami, membunuh anak-anak kecil, dan membakar salinan Al-Quran. Dalam pembalasan, kami berdiri bersama pemerintah kami dengan nyawa dan harta benda kami, dan kapan pun kami dipanggil, kami siap membela tanah air kami.”

Warga di daerah ini juga menyerukan kepada organisasi hak asasi manusia dan badan internasional lainnya untuk meminta pertanggungjawaban rezim Pakistan atas tindakan-tindakan ini.

Abdullah Jan, salah satu korban di Paktika, mengatakan: “Kami meminta komunitas internasional untuk tidak memperhatikan tuduhan tak berdasar Pakistan tentang keberadaan TTP atau kelompok lain di sini. Dengan dalih ini, mereka membunuh warga Afghanistan yang tidak bersalah dan mengebom rumah-rumah warga sipil — ini adalah kekejaman yang besar.”

Rahmat Gul, seorang warga distrik Argon di Paktika, juga mengatakan: “Kami menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengutuk tindakan rezim Pakistan yang menindas, karena tindakan-tindakan ini tidak dapat ditoleransi.”

Perlu dicatat bahwa akibat serangan rezim militer Pakistan pada Minggu malam di distrik Behsud, provinsi Nangarhar, 17 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, gugur.

Sebagai tanggapan, Imarah Islam Afghanistan menyatakan akan membalas serangan ini. (haninmazaya/arrahmah.id)