Memuat...

Aktivis Perempuan Somalia Disiksa Usai Kritik Pemerintah soal Korupsi

Hanoum
Selasa, 12 Mei 2026 / 25 Zulkaidah 1447 04:40
Aktivis Perempuan Somalia Disiksa Usai Kritik Pemerintah soal Korupsi
Sadia Moalim Ali. [Foto: Amnesty International]

MOGADISHU (Arrahmah.id) -- Seorang aktivis perempuan di Somalia dilaporkan mengalami penyiksaan setelah berulang kali mengkritik pemerintah terkait dugaan nepotisme dan korupsi, memicu kecaman dari kelompok hak asasi manusia dan aktivis sipil di negara tersebut.

Aktivis bernama Sadia Moalim Ali disebut menjadi sasaran intimidasi dan kekerasan setelah aktif menyuarakan kritik terhadap pejabat pemerintah Somalia melalui media sosial dan forum publik. Kasus ini ramai diperbincangkan setelah sejumlah organisasi masyarakat sipil menuntut penyelidikan independen terhadap dugaan penyiksaan tersebut.

Menurut The Guardian (8/5/2026), Sadia sebelumnya vokal menuding adanya praktik nepotisme, penyalahgunaan kekuasaan, dan korupsi dalam institusi pemerintahan Somalia. Ia kemudian dilaporkan ditangkap oleh aparat keamanan sebelum mengalami perlakuan kasar selama penahanan.

“Saya hanya menyuarakan apa yang dialami rakyat Somalia. Kritik terhadap korupsi tidak seharusnya dibalas dengan kekerasan,” ujar Sadia Moalim Ali sebagaimana dikutip The Guardian.

Kasus ini memicu reaksi keras dari organisasi hak asasi manusia internasional yang menilai kebebasan berpendapat di Somalia semakin terancam. Sejumlah kelompok sipil mendesak pemerintah Somalia menjamin keselamatan aktivis dan menghentikan intimidasi terhadap pengkritik pemerintah.

Dalam beberapa tahun terakhir, Somalia menghadapi tekanan besar terkait isu tata kelola pemerintahan, korupsi, dan keamanan nasional di tengah konflik berkepanjangan dengan kelompok militan Asy Syabaab. Kritik terhadap pemerintah kerap muncul dari aktivis sipil, jurnalis, dan oposisi politik.

Hingga kini, pemerintah Somalia belum memberikan penjelasan rinci terkait tuduhan penyiksaan tersebut. Namun aparat keamanan disebut tengah melakukan penyelidikan internal menyusul meningkatnya sorotan publik dan internasional terhadap kasus itu.

Pengamat menilai kasus Sadia Moalim Ali mencerminkan tantangan serius Somalia dalam menjaga demokrasi, kebebasan sipil, dan perlindungan hak asasi manusia di tengah kondisi politik dan keamanan yang masih rapuh. (hanoum/arrahmah.id)