ANKARA (Arrahmah.id) -- Pemerintah Turki dan Suriah sepakat membuka kembali salah satu gerbang perbatasan utama yang telah ditutup selama 12 tahun akibat perang saudara Suriah, menandai babak baru hubungan kedua negara setelah bertahun-tahun tegang.
Pembukaan gerbang perbatasan itu diumumkan pada Mei 2026 dan disebut akan difokuskan untuk mendukung pergerakan warga sipil, perdagangan, serta distribusi bantuan kemanusiaan. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari proses normalisasi hubungan Ankara dan Damaskus yang mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Dilansir Arab News (11/5/2026), gerbang yang akan kembali dioperasikan berada di wilayah perbatasan selatan Turki dan utara Suriah, yang sebelumnya menjadi salah satu jalur penting perdagangan dan mobilitas warga sebelum konflik pecah pada 2011.
Seorang pejabat pemerintah Turki menyatakan pembukaan kembali perbatasan dilakukan setelah adanya koordinasi keamanan antara kedua negara.
“Pembukaan gerbang ini bertujuan mempermudah aktivitas kemanusiaan dan perdagangan serta mendukung stabilitas kawasan,” ujar pejabat tersebut sebagaimana dikutip Arab News.
Perbatasan Turki–Suriah sebelumnya ditutup menyusul pecahnya perang sipil Suriah yang menyebabkan jutaan warga mengungsi dan memicu ketegangan politik antara Ankara dan Damaskus. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara mulai meningkatkan komunikasi diplomatik dengan mediasi Rusia dan negara-negara kawasan.
Pengamat menilai pembukaan kembali jalur perbatasan dapat memberikan dampak ekonomi signifikan bagi wilayah selatan Turki dan utara Suriah yang selama ini terdampak konflik berkepanjangan. Selain itu, langkah tersebut juga dinilai dapat mempercepat arus bantuan serta pemulihan ekonomi lokal.
Meski demikian, isu keamanan tetap menjadi perhatian utama karena sejumlah wilayah di Suriah utara masih dipengaruhi aktivitas kelompok bersenjata dan milisi.
Hingga kini, kedua pemerintah belum mengumumkan tanggal operasional penuh gerbang tersebut. Namun keputusan ini dianggap sebagai salah satu perkembangan diplomatik paling penting antara Turki dan Suriah sejak hubungan kedua negara memburuk lebih dari satu dekade lalu. (hanoum/arrahmah.id)
