Memuat...

Damaskus Ingin Hubungan Stabil dengan 'Israel', Menlu Suriah Ungkap Alasannya

Hanoum
Selasa, 12 Mei 2026 / 25 Zulkaidah 1447 05:28
Damaskus Ingin Hubungan Stabil dengan 'Israel', Menlu Suriah Ungkap Alasannya
Asaad Al Shibani. [Foto: X]

DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Pemerintah Suriah menyatakan ingin membangun hubungan yang stabil dengan 'Israel' sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan kawasan dan mempercepat pemulihan negara pascaperang, menurut pernyataan Menteri Luar Negeri Suriah Asaad Al Shibani.

Pernyataan tersebut disampaikan Al Shibani saat menghadiri pertemuan dengan pejabat Uni Eropa di Brussels pada Senin (11/5/2026). Dalam wawancaranya dengan The National (11/5), ia menegaskan bahwa Damaskus saat ini berupaya mengurangi ketegangan regional dan membuka jalan menuju stabilitas jangka panjang.

“Suriah menginginkan hubungan yang stabil dengan 'Israel',” ujar Asaad Al Shibani sebagaimana dikutip The National. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah Suriah ingin menghindari konflik baru yang dapat menghambat proses rekonstruksi negara.

Al Shibani juga menyampaikan kekhawatiran pemerintah Suriah terhadap aktivitas kelompok bersenjata di wilayah perbatasan Lebanon dan dampaknya terhadap stabilitas keamanan Suriah. Ia menekankan bahwa Damaskus kini lebih fokus pada pembangunan ekonomi dan pemulihan negara dibanding konfrontasi militer.

Pernyataan ini menandai perubahan signifikan dalam pendekatan diplomatik Suriah setelah jatuhnya pemerintahan lama pada 2024. Dalam beberapa bulan terakhir, Damaskus diketahui terlibat dalam sejumlah pembicaraan tidak langsung maupun langsung dengan 'Israel' melalui mediasi Amerika Serikat dan negara-negara regional.

Meski demikian, pemerintah Suriah tetap menegaskan penolakannya terhadap pelanggaran wilayah dan operasi militer 'Israel' di Suriah selatan. Sebelumnya, Al Shibani juga menuduh 'Israel' “bereaksi berlebihan” terhadap ancaman keamanan yang dirasakannya.

Sejumlah pengamat menilai pernyataan tersebut mencerminkan strategi baru Damaskus yang lebih pragmatis demi memperoleh dukungan internasional untuk rekonstruksi ekonomi dan pemulihan hubungan diplomatik dengan negara-negara Barat serta kawasan Timur Tengah.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah 'Israel' terkait pernyataan terbaru Suriah tersebut. Namun, perkembangan ini dipandang sebagai sinyal kemungkinan terbukanya jalur diplomatik baru antara kedua negara yang selama puluhan tahun berada dalam kondisi bermusuhan. (hanoum/arrahmah.id)