Memuat...

Amankan Gencatan Senjata, Suriah Usir Druze & Milisi Arab dari Sweida

Hanoum
Senin, 21 Juli 2025 / 26 Muharam 1447 04:36
Amankan Gencatan Senjata, Suriah Usir Druze & Milisi Arab dari Sweida
Tenatar Suriah masuki kota Sweida usai gencatan senjata. [Foto: Kurdistan]

SWEIDA (Arrahmah.id) -- Pemerintah Suriah memerintahkan pejuang Arab Muslim dan milisi Druze untuk mengosongkan kota Sweida usai pengumuman kesepakatan gencatan senjata ditanda tangani.

Pengumuman pada hari Sabtu (19/7/2025) tersebut muncul setelah Presiden Suriah Ahmad asy-Syaraa memerintahkan gencatan senjata baru antara kelompok Arab Muslim dan Druze, menyusul kesepakatan terpisah yang ditengahi Amerika Serikat untuk mencegah serangan militer 'Israel' lebih lanjut terhadap Suriah.

Sesaat sebelum klaim pemerintah, terdapat laporan tembakan senapan mesin di kota Sweida serta penembakan mortir di desa-desa terdekat.

Tidak ada laporan langsung mengenai korban jiwa.

Nour al-Din Baba, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Suriah, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi SANA (20/7) bahwa pertempuran berakhir "setelah upaya intensif" untuk melaksanakan perjanjian gencatan senjata dan pengerahan pasukan pemerintah di wilayah utara dan barat Provinsi Sweida.

Ia mengatakan kota Sweida, yang terletak di bagian barat provinsi tersebut, kini telah dibersihkan dari semua pejuang suku, dan bentrokan di lingkungan kota telah dihentikan.

Pertempuran pecah pekan lalu ketika penculikan seorang sopir truk Druze di jalan raya memicu serangkaian serangan balas dendam dan mengakibatkan para pejuang suku dari seluruh negeri berbondong-bondong ke Sweida untuk mendukung komunitas muslim di sana.

'Israel' kemudian mulai menyerang pada hari Rabu, melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Sweida dan ibu kota Suriah, Damaskus, dengan klaim bahwa serangan itu dilakukan untuk melindungi komunitas Druze setelah beberapa anggota kelompok minoritas tersebut menuduh pasukan pemerintah melakukan pelanggaran terhadap mereka.

Pasukan pemerintah Suriah mundur dari Sweida pada hari Kamis.

Setidaknya 260 orang tewas dalam pertempuran tersebut, dan 1.700 lainnya luka-luka, menurut Kementerian Kesehatan Suriah. Namun, kelompok lain menyebutkan angka lebih dari 900 orang tewas. (hanoum/arrahmah.id)