NABLUS (Arrahmah.id) - Mantan kepala intelijen Angkatan Udara 'Israel', Yoel Feldshuh, ditahan pada Senin (12/10/2026) setelah turun tangan menghentikan serangan pemukim 'Israel' terhadap perempuan Palestina yang sedang memanen zaitun di dekat Duma, selatan Nablus, Tepi Barat yang diduduki.
Feldshuh (77), bergabung dengan sejumlah mantan pejabat tinggi keamanan 'Israel' dan aktivis yang mendampingi warga Palestina selama musim panen zaitun.
Menurut kelompok Commanders for Israel’s Security, tempat Feldshuh bernaung, sekelompok pemukim 'Israel' datang dan menyerang perempuan Palestina yang sedang memanen zaitun. Anggota kelompok tersebut kemudian turun tangan untuk membela para perempuan dan mencegah serangan berlanjut.
Namun, alih-alih menangkap para pelaku penyerangan, aparat justru menahan Feldshuh dan seorang aktivis lainnya, menurut pernyataan kelompok tersebut yang dikutip media 'Israel'.
Polisi 'Israel' Berikan Versi Berbeda
Polisi 'Israel' memberikan keterangan berbeda. Mereka menyatakan telah menahan dua warga 'Israel' atas dugaan penyerangan terhadap seorang penggembala di dekat Duma.
Sementara itu, kelompok aktivis 'Israel' Looking the Occupation in the Eye mengatakan seorang pemukim berusaha menyerang dua perempuan Palestina yang membawa karung berisi buah zaitun. Pemukim tersebut kemudian menghubungi polisi dan tentara setelah para aktivis berhasil menghalau serangannya.
Feldshuh dibebaskan setelah menjalani pemeriksaan dengan syarat meninggalkan lokasi kejadian, menurut laporan media 'Israel'.
Polisi juga menahan seorang remaja berusia 15 tahun asal Yerusalem yang dicurigai terlibat dalam insiden tersebut. Remaja itu kemudian dibebaskan dengan sejumlah pembatasan. Belum jelas apakah remaja tersebut merupakan pemukim yang terlibat dalam serangan terhadap perempuan Palestina.
Feldshuh merupakan pensiunan brigadir jenderal yang pernah memimpin unit intelijen Angkatan Udara 'Israel'. Ia juga menjabat sebagai direktur utama maskapai penerbangan 'Israel', El Al, pada 1996–2000.
Kelompok Commanders for Israel’s Security, tempat Feldshuh bernaung, menyatakan mendukung tercapainya kesepakatan dengan Palestina berdasarkan perbatasan 1967 sebagai landasan solusi dua negara.
Serangan Pemukim Meningkat saat Musim Panen Zaitun
Penahanan Feldshuh terjadi di tengah meningkatnya serangan pemukim 'Israel' terhadap warga Palestina selama musim panen zaitun, yang menjadi sumber pendapatan penting bagi komunitas petani Palestina.
Dalam beberapa hari terakhir, para pemukim dilaporkan menyerang petani yang sedang memanen, mencuri hasil panen dan peralatan pertanian, serta merusak pohon-pohon zaitun di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki.
Situasi tersebut mendorong para aktivis mendampingi petani Palestina untuk membantu panen sekaligus mendokumentasikan serangan. Kehadiran mereka bertujuan membantu warga Palestina mengakses dan menggarap lahan pertanian mereka.
Namun, para relawan dan jurnalis yang terlibat dalam upaya perlindungan tersebut juga menghadapi risiko serangan.
Pada Senin (12/10), aktivis dan jurnalis turut berkumpul di dekat permukiman Neve Daniel, selatan Yerusalem, setelah para pemukim menyebarkan seruan bertajuk “Hentikan Panen” untuk mencegah warga Palestina memasuki lahan pertanian mereka. (zarahamala/arrahmah.id)
