GAZA (Arrahmah.id) - Sipir penjara 'Israel' dilaporkan mengikat dan memukuli secara brutal dokter asal Gaza yang ditahan, Marwan al-Hams, saat Menteri Keamanan Nasional 'Israel' Itamar Ben-Gvir mengunjungi Penjara Ganot pada 7 Oktober 2026.
Kantor Media Tahanan Palestina melaporkan, Ben-Gvir memasuki kamar lima di blok kedua penjara tersebut, memanggil al-Hams, lalu memprovokasinya. Para sipir kemudian mengikat dan menganiaya dokter itu secara khusus, sementara tahanan lain di ruangan yang sama tidak menjadi sasaran.
Menurut kantor tersebut, al-Hams merespons dengan menegaskan bahwa dirinya hanya menjalankan tugas profesionalnya sebagai dokter.
Kantor Media Tahanan Palestina juga membantah tuduhan 'Israel' bahwa al-Hams membunuh seorang tentara. Menurut mereka, tentara yang dimaksud telah kembali dalam kesepakatan pertukaran tahanan terbaru.
Kantor Media Tahanan Palestina menyebut al-Hams mengalami patah tulang dan nyeri punggung. Ia juga dilaporkan memiliki kadar kolesterol dan lemak darah yang tinggi.
Dengan berat badan sekitar 65 kilogram, al-Hams saat ini menjalani pemantauan elektrokardiogram (EKG) selama 24 jam. Ia membutuhkan pengobatan serta pemantauan medis secara berkala.
Kantor tersebut mendesak intervensi segera untuk melindungi al-Hams dari penganiayaan lebih lanjut dan memastikan ia memperoleh perawatan medis yang diperlukan. Mereka juga menyatakan otoritas 'Israel' bertanggung jawab penuh atas keselamatan al-Hams dan seluruh tahanan Palestina.
Selain penganiayaan terhadap al-Hams, Kantor Media Tahanan Palestina mengutip kesaksian sejumlah tahanan asal Gaza di Penjara Ganot yang menyebut tindakan represif pada 7 Oktober sebagai yang terparah selama mereka ditahan.
Para tahanan melaporkan tidak ada perbaikan dalam kualitas makanan, sementara kondisi kebersihan semakin memburuk dan kasus kudis semakin meluas.
Mereka juga mengungkapkan kekhawatiran menghadapi musim dingin. Menurut kantor tersebut, kasur telah diambil dan penggunaan selimut dilarang, sehingga para tahanan terpaksa duduk di lantai pada siang hari.
Kantor Media Tahanan Palestina mendesak perlindungan bagi seluruh tahanan serta pemenuhan kebutuhan pengobatan dan perawatan medis di tengah kondisi penahanan yang terus memburuk. (zarahamala/arrahmah.id)
