Memuat...

Fatah, Hamas, dan Jihad Islam Gelar Dialog di Kairo, Bahas Persatuan Palestina dan Pemilu 2027

Zarah Amala
Rabu, 14 Oktober 2026 / 4 Jumadilawal 1448 11:39
Fatah, Hamas, dan Jihad Islam Gelar Dialog di Kairo, Bahas Persatuan Palestina dan Pemilu 2027
Salah satu agenda dialog nasional Palestina tersebut adalah membahas kemungkinan bergabungnya Hamas dan Jihad Islam Palestina ke dalam Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). (Al Jazeera)

KAIRO (Arrahmah.id) - Sejumlah faksi Palestina, termasuk Fatah, Hamas, Jihad Islam Palestina, dan Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP), menggelar dialog nasional di Kairo, Mesir, pada Rabu dan Kamis (14–15 Oktober 2026).

Sumber-sumber Palestina kepada Al Jazeera mengatakan, pertemuan tersebut bertujuan mengatasi perpecahan internal dan memperkuat upaya memulihkan persatuan Palestina. Pembahasan juga mencakup kemungkinan bergabungnya Hamas dan Jihad Islam Palestina ke dalam Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

Selain itu, para peserta membahas upaya membangun kesepahaman politik sebagai persiapan penyelenggaraan pemilihan umum Palestina.

Dialog tersebut berlangsung setelah Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengeluarkan dekret pada Sabtu (10/10) lalu yang menetapkan pemilihan presiden dan legislatif secara bersamaan pada 11 September 2027.

Menurut kantor berita Palestina WAFA, keputusan itu didasarkan pada konsultasi nasional dengan berbagai faksi dan kekuatan politik Palestina. Konsultasi tersebut menghasilkan kesepahaman mengenai berbagai kendala yang menghambat penyelenggaraan pemilu serta perlunya mempersiapkan kondisi politik dan keamanan agar pemilu dapat berlangsung bebas dan adil.

Dekret terbaru itu sekaligus membatalkan keputusan sebelumnya yang menetapkan 28 November 2026 sebagai tanggal pemilihan legislatif tanpa pemilihan presiden.

Abbas sebelumnya telah menyerukan partisipasi warga Palestina di Yerusalem, Tepi Barat, dan Jalur Gaza dalam pemilu tersebut.

Menurut WAFA, penjadwalan ulang ini juga dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi dialog nasional yang menyeluruh guna memperkuat persatuan nasional, menjaga keutuhan wilayah dan sistem politik Palestina, serta mengatasi berbagai tantangan dalam proses pemilu.

Keputusan itu diharapkan memungkinkan partisipasi pemilih yang luas di Yerusalem, Tepi Barat, dan Gaza.

Pada Selasa (13/10), Komite Sentral Fatah menegaskan pentingnya melanjutkan dialog nasional menyeluruh dengan berbagai faksi dan kekuatan politik Palestina.

Dalam pernyataan seusai pertemuan di Ramallah, Tepi Barat, Fatah menyatakan bahwa upaya dialog perlu terus diberi kesempatan untuk memperkuat persatuan nasional serta menjaga kesatuan wilayah, perjuangan, dan keputusan politik Palestina.

Dialog di Kairo diharapkan menjadi bagian dari upaya menyatukan berbagai faksi Palestina di tengah persiapan menuju pemilu dan pencarian kesepahaman politik bersama. (zarahamala/arrahmah.id)