Memuat...

Solidaritas untuk Siswi Berhijab, Siswa Azerbaijan Jebol Gerbang Sekolah

Hanoum
Rabu, 14 Oktober 2026 / 4 Jumadilawal 1448 06:14
Solidaritas untuk Siswi Berhijab, Siswa Azerbaijan Jebol Gerbang Sekolah
Tangkapan layar. [Foto: Yeni Safak]

BAKU (Arrahmah.id) -- Sejumlah siswa laki-laki di Azerbaijan dilaporkan merusak atau menjebol gerbang sekolah untuk membantu siswi berhijab masuk ke lingkungan sekolah, di tengah polemik aturan seragam yang membatasi penggunaan jilbab.

Video yang memperlihatkan aksi solidaritas pelajar tersebut beredar di media sosial pada Oktober 2026. Namun, lokasi dan kronologi insiden perusakan gerbang dalam video itu belum dapat dikonfirmasi secara independen.

Dilansir Yeni Safak (13/10/206), gelombang protes terjadi setelah pemerintah Azerbaijan mengesahkan perubahan aturan seragam sekolah negeri pada 21 September 2026. Ketentuan baru itu melarang pakaian yang dianggap bertentangan dengan prinsip sekularisme atau mengganggu keseragaman seragam. Meskipun aturan tersebut tidak secara eksplisit menyebut hijab, sejumlah sekolah dilaporkan menerapkannya dengan menolak siswi berjilbab masuk kelas.

Al Jazeera melaporkan pada 10 Oktober bahwa siswa di sejumlah sekolah menggelar demonstrasi di luar gedung dan memboikot kegiatan belajar sebagai bentuk solidaritas terhadap teman perempuan mereka.

Video yang beredar memperlihatkan pelajar berkumpul di gerbang sekolah, sementara sejumlah siswi dan guru berhijab dilaporkan tidak diizinkan mengikuti kegiatan pendidikan. Di beberapa lokasi, siswa menuntut agar teman-teman mereka dapat kembali belajar tanpa harus melepas hijab.

Salah satu aksi berlangsung di Sekolah Nomor 69 di kawasan Balakhani, Baku. Menurut kantor berita Armenia, Armenpress, siswa memprotes pembatasan tersebut dengan membawa pesan bahwa hijab bukan penghalang pendidikan. Aksi serupa juga dilaporkan terjadi di sekolah lain, termasuk di distrik Masalli, ketika para siswa menolak mengikuti pelajaran untuk menunjukkan dukungan kepada teman-teman mereka yang berhijab.

Pemerintah Azerbaijan menyatakan kebijakan seragam bertujuan mempertahankan lingkungan pendidikan yang sekuler dan memastikan keseragaman pakaian siswa. Namun, para penentang aturan menilai penerapannya menghalangi akses pendidikan bagi siswi yang memilih mengenakan hijab.

Persoalan ini menjadi sorotan karena konstitusi Azerbaijan menetapkan negara tersebut sebagai negara sekuler sekaligus menjamin kebebasan beragama. Sekitar 96 persen penduduknya mengidentifikasi diri sebagai Muslim. (hanoum/arrahmah.id)