JAKARTA (Arrahmah.id) - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Aksi tersebut digelar untuk menagih janji kampanye pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, termasuk target penciptaan 19 juta lapangan kerja.
Mahasiswa menilai sejumlah janji kampanye tersebut belum terpenuhi meskipun pemerintahan Prabowo-Gibran telah berjalan selama dua tahun.
Aksi ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Sadar yang mengangkat berbagai persoalan masyarakat, mulai dari penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, penegakan hukum, hingga perlindungan hak asasi manusia (HAM).
Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI, Namoradiarta Siahaan, menilai pemerintah belum menunjukkan hasil substantif dalam memenuhi sejumlah janji kampanye.
Ia menyoroti persoalan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang dinilai belum sesuai dengan harapan masyarakat.
“Kami merasa pemerintahan Prabowo-Gibran itu sudah gagal. Gagal total dalam memenuhi semua janji-janji kampanyenya, kecuali pelaksanaan MBG, tetapi janji-janji, seperti lapangan pekerjaan, pertumbuhan ekonomi yang substantif, dan lain sebagainya itu jelas gagal total,” kata Namoradiarta.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konsolidasi mahasiswa Indonesia Sadar bertajuk “Mimbar Penderitaan Rakyat” di Selasar Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Indonesia, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (26/10/2026) malam.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa turut membahas persiapan aksi unjuk rasa pada 28 Oktober.
Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja
Penciptaan lapangan kerja menjadi salah satu persoalan utama yang disoroti mahasiswa. Janji penciptaan 19 juta lapangan kerja yang menjadi bagian dari program kampanye Prabowo-Gibran dinilai perlu dibuktikan melalui hasil nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
Mahasiswa juga menyoroti pertumbuhan ekonomi yang dinilai perlu memberikan dampak substantif bagi kehidupan masyarakat.
Mereka berharap pemerintah tidak hanya menyampaikan target dan program, tetapi juga menunjukkan capaian yang dapat menjawab kebutuhan rakyat.
Selain persoalan ekonomi, mahasiswa menyoroti penegakan hukum, pemberantasan korupsi, perlindungan HAM, serta kebebasan menyampaikan pendapat. Menurut mereka, berbagai persoalan tersebut masih membutuhkan langkah konkret dari pemerintah.
BEM UI Rumuskan Lima Tuntutan Utama
Melalui konsolidasi Gerakan Indonesia Sadar, BEM UI bersama Komite Sadar merumuskan lima sektor tuntutan utama yang akan disuarakan dalam aksi unjuk rasa.
Kelima tuntutan tersebut meliputi penetapan status bencana nasional untuk bencana ekologis, penyusunan anggaran yang berpihak kepada rakyat, penurunan biaya pendidikan, reformasi hukum dan pemberantasan korupsi, serta perlindungan HAM dan demokrasi.
Mahasiswa menilai pemerintah perlu memberikan respons nyata terhadap berbagai tuntutan tersebut.
Mereka juga mengajak berbagai elemen masyarakat untuk menyatukan aspirasi dan bersama-sama mengawal tuntutan agar tidak berhenti sebatas kritik.
Melalui aksi di Bundaran HI, BEM UI berharap persoalan ekonomi, pendidikan, lingkungan, hukum, dan demokrasi mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah.
Aksi tersebut sekaligus menjadi bentuk desakan mahasiswa agar janji kampanye pemerintahan Prabowo-Gibran diwujudkan melalui kebijakan dan hasil yang dapat dirasakan masyarakat.
(ameera/arrahmah.id)
