Memuat...

BNPB Catat Banjir di Sejumlah Daerah, Karhutla Kalsel Masih Melanda 75 Hektare

Ameera
Rabu, 28 Oktober 2026 / 18 Jumadilawal 1448 22:05
BNPB Catat Banjir di Sejumlah Daerah, Karhutla Kalsel Masih Melanda 75 Hektare
BNPB Catat Banjir di Sejumlah Daerah, Karhutla Kalsel Masih Melanda 75 Hektare

JAKARTA (Arrahmah.id) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir dan cuaca ekstrem terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Di tengah meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi basah akibat hujan deras, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga masih melanda wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan informasi tersebut dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Rabu (28/10/2026).

Berton mengatakan, cuaca ekstrem turut berdampak pada 175 orang di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Selain banjir, wilayah tersebut masih menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan data BNPB, sekitar 75 hektare lahan di Kalimantan Selatan masih terdampak karhutla. Kondisi tersebut memerlukan penanganan serius karena bencana kebakaran lahan terjadi bersamaan dengan banjir.

"Jadi kami sampaikan, di Kalsel, selain banjir, juga terdapat karhutla. Selain karhutla, ada banjir, sehingga ini perlu kita tangani secara serius tentunya," kata Berton.

Sementara itu, banjir juga melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Kota Subulussalam, Aceh, menjadi salah satu daerah terdampak dengan 2.345 warga. Di Sumatera Utara, banjir terjadi di Kabupaten Labuhanbatu, Asahan, dan Deli Serdang.

BNPB mencatat sebanyak 2.600 warga terdampak banjir di Labuhanbatu, 2.025 warga di Asahan, serta 730 warga di Deli Serdang. Banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, hingga memicu tanah longsor.

Berikut data wilayah terdampak banjir yang disampaikan BNPB:

  1. Kota Subulussalam, Aceh: 2.345 warga terdampak.
  2. Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara: 2.600 warga terdampak.
  3. Kabupaten Asahan, Sumatera Utara: 2.025 warga terdampak.
  4. Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara: 730 warga terdampak.
  5. Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan: 175 orang terdampak cuaca ekstrem.

Menanggapi kondisi tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah yang mulai mengalami hujan deras.

"Tentu kami juga memberikan imbauan kepada pemerintah untuk mengantisipasi ataupun mewaspadai potensi bahaya dari hidrometeorologi basah ini," ujar Berton.

BNPB mengingatkan pentingnya langkah antisipasi dan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi seiring meningkatnya curah hujan.

Penanganan bencana perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi masing-masing wilayah, termasuk daerah yang masih menghadapi karhutla.

(ameera/arrahmah.id)