Memuat...

Bom Bunuh Diri Guncang Swat, 15 Tewas Saat Aksi Tolak Militan

Hanoum
Senin, 3 Agustus 2026 / 20 Safar 1448 08:30
Bom Bunuh Diri Guncang Swat, 15 Tewas Saat Aksi Tolak Militan
Korban serangan bom bunuh diri di Swat, Pakistan, 2 Agustus 2026. [Foto: Ajel News]

PESHAWAR (Arrahmah.id) -- Sedikitnya 15 orang tewas, termasuk enam anggota kepolisian, dalam serangan bom bunuh diri yang menghantam aksi unjuk rasa anti-militan di kawasan Kabal, Lembah Swat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, pada Ahad (2/8/2026). Serangan terjadi ketika ratusan warga berkumpul di dekat kantor polisi untuk menuntut keamanan yang lebih baik dan mendesak pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap kelompok bersenjata yang kembali aktif di wilayah tersebut.

Menurut aparat kepolisian, seperti dilansir AP (2/8), pelaku berusaha memasuki kompleks Kantor Polisi Kabal yang berada di lokasi aksi. Seorang petugas berhasil menghentikan pelaku sebelum memasuki area kantor polisi. Pelaku kemudian meledakkan bom di gerbang utama, menyebabkan ledakan dahsyat yang menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai puluhan lainnya. Rumah sakit di Swat langsung menetapkan status darurat untuk menangani korban yang terus berdatangan.

Wakil Inspektur Jenderal (DIG) Kepolisian Malakand, Syed Fida Hussain, mengatakan tindakan cepat aparat kemungkinan telah mencegah jatuhnya korban yang lebih besar.

"Seorang pelaku bom bunuh diri mencoba memasuki Kantor Polisi Kabal, tetapi berhasil dihentikan oleh seorang polisi sebelum masuk ke dalam. Pelaku kemudian meledakkan bahan peledaknya di gerbang utama. Jika ia berhasil masuk, jumlah korban kemungkinan akan jauh lebih besar," kata Syed Fida Hussain dalam keterangannya, dikutip dari France24.

Kepala Kepolisian Distrik Swat, Omer Khan, menjelaskan bahwa ledakan terjadi ketika massa sedang menggelar aksi damai menentang bangkitnya kembali kelompok militan di Lembah Swat. Para demonstran membawa spanduk, meneriakkan slogan antiterorisme, dan meminta pemerintah menjamin keamanan masyarakat setelah meningkatnya serangan bersenjata dalam beberapa bulan terakhir.

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengutuk keras serangan tersebut. Dalam pernyataan terpisah, keduanya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memerintahkan agar seluruh korban luka memperoleh perawatan medis terbaik.

"Perjuangan Pakistan melawan terorisme akan terus berlanjut hingga ancaman ini benar-benar diberantas," kata Perdana Menteri Shehbaz Sharif dalam pernyataan resminya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, aparat keamanan menduga kuat pelakunya memiliki keterkaitan dengan Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP), kelompok militan yang dalam beberapa tahun terakhir kembali meningkatkan aktivitasnya di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Pemerintah Pakistan berulang kali menuduh para pemimpin TTP berlindung di wilayah Afghanistan, tuduhan yang dibantah pemerintah Taliban Afghanistan.

Lembah Swat pernah menjadi basis utama Taliban Pakistan hingga operasi militer besar-besaran pada 2007–2009 berhasil merebut kembali wilayah tersebut. Namun, dalam dua tahun terakhir, kemunculan kembali kelompok-kelompok militan telah memicu kekhawatiran warga. Serangkaian demonstrasi damai digelar masyarakat untuk mendesak pemerintah memperkuat keamanan dan mencegah Swat kembali terjerumus ke dalam konflik bersenjata.

Serangan di Swat menambah daftar panjang aksi teror yang melanda Pakistan sepanjang 2026. Data lembaga keamanan menunjukkan frekuensi serangan, terutama di Khyber Pakhtunkhwa dan Balochistan, terus meningkat, menjadikan isu pemberantasan terorisme kembali sebagai salah satu tantangan utama bagi pemerintah Pakistan. (hanoum/arrahmah.id)