Memuat...

Geger Virus Hanta di Kapal Pesiar Hondus: Satu Pasien Kritis, Penumpang Diisolasi 42 Hari

Zarah Amala
Selasa, 12 Mei 2026 / 25 Zulkaidah 1447 11:03
Geger Virus Hanta di Kapal Pesiar Hondus: Satu Pasien Kritis, Penumpang Diisolasi 42 Hari
Spanyol evakuasi kapal pesiar MV Hondus akibat virus Hanta (Al Jazeera)

MADRID (Arrahmah.id) - Otoritas Spanyol dan Uni Eropa sedang melakukan upaya internasional intensif untuk meredam dampak wabah virus Hanta di atas kapal pesiar MV Hondus. Krisis ini memuncak setelah Prancis mengonfirmasi kondisi salah satu pasien yang dievakuasi memburuk secara signifikan, sementara Spanyol mengumumkan proses evakuasi besar-besaran yang dikoordinasikan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menteri Kesehatan Prancis, Stéphanie Rist, mengonfirmasi bahwa seorang penumpang wanita yang dievakuasi dari kapal tersebut dinyatakan positif virus Hanta. Kondisinya dilaporkan terus menurun dalam semalam. Pasien tersebut adalah satu dari lima warga Prancis yang telah dipulangkan ke Paris untuk perawatan intensif.

Pemerintah Spanyol melaporkan adanya dua kasus tambahan di antara penumpang dan telah menerapkan langkah-langkah isolasi yang ketat. Mengingat virus ini belum memiliki vaksin atau pengobatan khusus, evakuasi dilakukan dengan protokol keamanan tingkat tinggi.

Koresponden Al Jazeera di Kepulauan Canary, Ayman Al-Zubair, melaporkan bahwa kapal tersebut telah meninggalkan pelabuhan Granadilla menuju Belanda setelah evakuasi kelompok terakhir sebanyak 28 orang berhasil dilakukan di tengah cuaca buruk dan angin kencang. Spanyol memutuskan untuk mengarantina warga mereka yang kembali selama 42 hari di Madrid sebagai langkah pencegahan.

Di tengah kekhawatiran publik yang menyamakan situasi ini dengan awal pandemi COVID-19, pakar imunologi dan vaksin, Dr. Ali Fattom, memberikan klarifikasi ilmiah untuk meredam kepanikan.

Berbicara dari Michigan, AS, Dr. Fattom menegaskan bahwa dunia "sangat jauh dari kondisi pandemi seperti Corona."

Ada beberapa fakta kunci mengenai virus Hanta yang perlu diketahui, virus ini tidak menular dari manusia ke manusia. Infeksi hanya terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau kotoran tikus (hewan pengerat) yang terkontaminasi.

Penularan biasanya terjadi melalui sayuran atau buah-buahan yang tercemar kotoran tikus, atau menghirup debu di tempat yang menjadi sarang tikus.

Dr. Fattom menekankan pentingnya higiene pribadi, mencuci tangan, dan menghindari tempat-tempat yang tidak higienis.

Meskipun virus ini dapat menyebabkan sindrom pernapasan akut yang fatal, WHO menegaskan bahwa risiko penyebaran secara luas tetap rendah karena karakteristik biologis virus yang tidak mendukung penyebaran antar-manusia secara masif. Operasi pembersihan total kapal MV Hondus akan dilanjutkan setibanya mereka di pelabuhan Belanda. (zarahamala/arrahmah.id)