ISLAMABAD (Arrahmah.id) -- Pemerintah Arab Saudi resmi mengumumkan paket dukungan finansial senilai 8 miliar dolar AS kepada Pakistan pada Kamis (16/4/2026). Bantuan ini diberikan untuk membantu memperkuat cadangan devisa serta menjaga stabilitas ekonomi Pakistan yang tengah menghadapi tekanan utang dan kebutuhan pembiayaan eksternal.
Bantuan tersebut terdiri dari perpanjangan deposito sebesar 5 miliar dolar AS di Bank Sentral Pakistan serta tambahan dukungan baru sebesar 3 miliar dolar AS. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Arab Saudi dalam mendukung ekonomi Pakistan.
Menurut Egypt Independent (16/4), bantuan ini bertujuan meningkatkan ketahanan ekonomi Pakistan di tengah tantangan global yang terus berkembang, termasuk tekanan inflasi dan kebutuhan pembayaran utang luar negeri.
Pengumuman tersebut disampaikan berdasarkan arahan Raja Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang menekankan pentingnya memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara.
Seorang pejabat pemerintah Arab Saudi menyatakan, “Bantuan ini bertujuan untuk mendukung stabilitas ekonomi Pakistan dan memperkuat ketahanan negara tersebut menghadapi tantangan global.”
Selain itu, Reuters juga menyebut bahwa dukungan tambahan dari Arab Saudi sangat krusial bagi Pakistan, terutama untuk menjaga cadangan devisa dan membantu pembayaran utang yang jatuh tempo, termasuk kewajiban kepada Uni Emirat Arab.
Pakistan sendiri tengah berupaya menjaga stabilitas ekonominya di tengah tekanan fiskal dan kebutuhan pendanaan eksternal. Dukungan dari Arab Saudi dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor serta mendukung program ekonomi yang sedang berjalan.
Kerja sama ini juga mencerminkan hubungan erat antara kedua negara yang telah terjalin lama, baik dalam bidang ekonomi maupun strategis. Pengamat menilai bantuan tersebut tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga memiliki dimensi geopolitik yang memperkuat posisi kedua negara di kawasan. (hanoum/arrahmah.id)
