KABUL (Arrahmah.id) - Juru bicara Imarah Islam menyatakan bahwa tidak ada ancaman keamanan serius di sepanjang perbatasan Afghanistan-Tajikistan dan bahwa aktivitas terbatas yang teramati belakangan ini telah berhasil dikendalikan.
Zabihullah Mujahid menambahkan bahwa pasukan dari kedua belah pihak sedang berkoordinasi di sepanjang perbatasan dan bahwa wilayah Afghanistan tidak akan dibiarkan menjadi sumber ancaman bagi Tajikistan, lansir Tolo News (24/8/2026).
Mujahid mengatakan: "Tidak ada bentrokan militer ataupun masalah keamanan yang serius. Pasukan Imarah Islam, dalam koordinasi dengan pihak Tajikistan terkait masalah perbatasan, terus memantau segala kekhawatiran yang ada, dan kami menjamin bahwa tidak akan ada gangguan keamanan yang ditimbulkan dari wilayah Afghanistan terhadap pihak lain."
Pernyataan ini muncul di tengah kembali menguatnya perhatian terhadap situasi keamanan di perbatasan kedua negara dalam beberapa hari terakhir.
Mujahid juga mengaitkan sebagian masalah di wilayah tersebut dengan aktivitas penyelundupan, yang menurutnya memiliki sejarah panjang di sejumlah kawasan perbatasan.
Mohammad Omar Nahzat, seorang analis politik, mengatakan: "Menjaga keamanan perbatasan antarnegara bukanlah tanggung jawab satu negara saja. Negara-negara yang berbagi perbatasan—baik dua maupun tiga negara—semuanya dapat menjalankan tanggung jawab mereka dalam hal ini."
Sebelumnya, Komite Negara untuk Keamanan Nasional Tajikistan melaporkan tewasnya dua warga negara Afghanistan dalam sebuah bentrokan di perbatasan; mereka disebut telah memasuki wilayah Tajikistan secara ilegal dan terlibat dalam perdagangan narkoba.
Namun, para analis politik berpendapat bahwa pencegahan pelintasan ilegal dan pemeliharaan komunikasi langsung antara aparat perbatasan kedua negara dapat mengurangi kemungkinan terjadinya insiden keamanan.
Sarwar Niazi, seorang analis militer, mengatakan: "Sebuah komisi gabungan antara Afghanistan dan Tajikistan perlu dibentuk untuk memantau masalah-masalah keamanan ini. Kedua belah pihak sebaiknya saling bertukar informasi militer dan bekerja sama untuk mencegah gangguan keamanan."
Afghanistan dan Tajikistan berbagi garis perbatasan sepanjang lebih dari 1.300 kilometer.
Sebagian wilayah perbatasan tersebut melintasi kawasan pegunungan yang sulit diakses, di mana upaya memerangi penyelundupan dan memantau pelintasan ilegal tetap menjadi tantangan umum bagi kedua belah pihak. (haninmazaya/arrahmah.id)
