KABUL (Arrahmah.id) - Kementerian Dalam Negeri Imarah Islam Afghanistan (IIA) menganggap kerja sama intelijen dan keamanan antara Afghanistan dengan negara-negara tetangga maupun negara-negara di kawasan sebagai hal yang esensial dalam upaya memerangi terorisme.
Juru bicara kementerian tersebut menegaskan bahwa Afghanistan telah menjalin kerja sama dengan negara-negara lain dalam aspek ini, yang diwujudkan melalui pertemuan bersama dan koordinasi yang berlangsung secara berkala, lansir Tolo News (31/10/2026).
Abdul Matin Qani, juru bicara Kementerian Dalam Negeri, menyatakan: “Kawasan ini membutuhkan keamanan, dan keamanan tidak dapat diwujudkan secara sepihak. Harus ada kerja sama antara Afghanistan dan negara-negara di kawasan. Kami telah dan terus menjalin kerja sama di bidang ini. Kami telah memenuhi tanggung jawab kami untuk menjamin keamanan dan memerangi terorisme.”
Penekanan Imarah Islam mengenai kerja sama antara Afghanistan dan negara-negara kawasan muncul setelah Menteri Luar Negeri Rusia, dalam pertemuan Moscow Format Consultations ke-delapan mengenai Afghanistan, menegaskan bahwa membantu memperkuat kemampuan kontraterorisme Imarah Islam serta menjaga komunikasi antarlembaga intelijen dan militer merupakan kepentingan seluruh negara di kawasan tersebut.
Najibullah Bahadur, seorang dosen universitas, mengatakan: “Negara-negara di kawasan telah menyadari bahwa mereka perlu bekerja sama dengan pemerintah saat ini untuk menangkal berbagai upaya yang bertujuan merusak keamanan di kawasan. Semua negara di kawasan memiliki pandangan yang sama mengenai masalah ini.”
Di saat negara-negara kawasan menekankan perlunya kerja sama keamanan yang konkret dengan Imarah Islam dalam memerangi terorisme, Koordinator Kontraterorisme Departemen Luar Negeri AS sebelumnya menyatakan bahwa Washington hanya menjalin interaksi secara selektif dengan pemerintah Afghanistan saat ini terkait isu-isu keamanan yang sensitif, dengan didasarkan pada kepentingan nasional Amerika Serikat. (haninmazaya/arrahmah.id)
