Memuat...

Pasukan Pendudukan "Israel" Maju ke Wadi al-Raqad di Daraa

Hanin Mazaya
Sabtu, 31 Oktober 2026 / 21 Jumadilawal 1448 18:53
Pasukan Pendudukan "Israel" Maju ke Wadi al-Raqad di Daraa
Pasukan pendudukan "Israel" memasuki pedesaan Daraa, Suriah. (Foto: SANA)

DARAA (Arrahmah.id) - Pasukan pendudukan "Israel" yang terdiri dari tiga tank bergerak maju ke Wadi al-Raqad di pedesaan bagian barat Daraa pada Sabtu (31/10/2026). Pergerakan ini terjadi bersamaan dengan melintasnya sebuah konvoi militer yang terdiri dari enam kendaraan militer menuju wilayah tersebut, melewati desa Abdeen di Lembah Yarmouk.

Koresponden SANA di Daraa melaporkan bahwa konvoi tersebut berangkat dari barak militer al-Jazeera di dekat desa Maariya dan menuju Abdeen. Konvoi itu melintasi pusat desa sebelum melanjutkan perjalanan ke Wadi al-Raqad, sementara satu kelompok pasukan pendudukan "Israel" lainnya—yang juga terdiri dari tiga tank—bergerak masuk ke lembah tersebut.

Pada tanggal 21 Oktober, pasukan pendudukan "Israel" menembakkan peluru artileri ke wilayah pinggiran Abdeen, yang terletak di kawasan Lembah Yarmouk di pedesaan bagian barat Daraa. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan material.

Pasukan pendudukan "Israel" terus melanggar Perjanjian Pemisahan Pasukan (Disengagement Agreement) tahun 1974 melalui serangkaian penyusupan ke wilayah Suriah bagian selatan. Tindakan tersebut mencakup penggerebekan rumah warga sipil, penahanan penduduk, perataan lahan, serta serangan menggunakan peluru artileri dan berbagai persenjataan lainnya.

Suriah menuntut penarikan mundur pasukan pendudukan "Israel" dari wilayahnya, seraya menegaskan bahwa seluruh tindakan yang dilakukan oleh pihak pendudukan adalah batal demi hukum menurut hukum internasional.

Suriah juga mendesak komunitas internasional untuk menjalankan tanggung jawabnya guna mengakhiri pelanggaran-pelanggaran tersebut, serta memaksa pihak pendudukan "Israel" untuk mematuhi hukum internasional dan resolusi-resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang relevan. Langkah ini diharapkan dapat mencegah eskalasi ketegangan lebih lanjut di kawasan tersebut sekaligus menciptakan kondisi yang diperlukan untuk mewujudkan keamanan dan stabilitas yang langgeng. (haninmazaya/arrahmah.id)