SANA'A (Arrahmah.id) - Pemerintah Yaman pada Jumat (30/10/2026) mengutuk serangan berulang yang dilakukan oleh milisi Syiah Houtsi terhadap Istana Maashiq dan Bandara Internasional Aden. Serangan ini terjadi bersamaan dengan upaya serangan terhadap Mekkah. Pemerintah Yaman menyatakan bahwa tindakan tersebut mencerminkan eskalasi yang tidak hanya menyasar institusi negara dan fasilitas sipil, tetapi juga mengancam keamanan serta stabilitas kawasan, sekaligus menunjukkan pengabaian terhadap kesucian tempat-tempat suci umat Islam.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Kabinet Yaman, pemerintah menyebutkan bahwa serangan yang terus berulang terhadap Bandara Internasional Aden merupakan upaya untuk mengganggu kinerja lembaga publik dan melemahkan kemampuan negara dalam memenuhi kewajibannya.
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa serangan terhadap Istana Maashiq—yang menjadi pusat pemerintahan dan lembaga negara di ibu kota sementara, Aden—tidak akan mengubah fakta bahwa negara tetap berkomitmen untuk menjalankan tanggung jawabnya. Serangan ini juga tidak akan berhasil mencapai tujuan milisi tersebut, yakni melumpuhkan lembaga-lembaga yang sah atau memaksakan kehendak melalui kekerasan, lansir SANA (31/10).
Serangan mengancam otoritas negara
Pemerintah menegaskan bahwa serangan-serangan tersebut merupakan ancaman langsung terhadap otoritas negara, keselamatan warga, serta keberlangsungan layanan penting dan fasilitas vital.
Pemerintah menyatakan bahwa situasi ini menuntut respons kelembagaan yang komprehensif—bukan sekadar reaksi sesaat—melalui langkah-langkah nyata seperti melindungi fasilitas, meningkatkan kesiapsiagaan keamanan, memperkuat koordinasi antarinstansi terkait, serta mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan operasional lembaga dan fasilitas sipil tetap berjalan tanpa gangguan.
Pemerintah menegaskan kembali bahwa melindungi warga dan fasilitas publik, serta mengamankan ibu kota sementara Aden, merupakan tanggung jawab nasional yang tidak boleh diabaikan.
Pemerintah juga menekankan bahwa serangan yang berulang tidak akan menghalanginya untuk terus memenuhi kewajiban terhadap warga, memperkuat kehadiran lembaga negara, dan menjalankan wewenang konstitusionalnya. Hal ini dilakukan melalui koordinasi dengan Dewan Kepemimpinan Presiden, otoritas lokal, serta aparat militer dan keamanan, demi menjaga keutuhan lembaga negara dan kemampuan mereka dalam menghadapi berbagai tantangan.
Yaman menyatakan solidaritas terhadap Arab Saudi
Dalam konteks ini, pemerintah Yaman menyatakan solidaritas penuhnya kepada Arab Saudi dalam menghadapi berbagai ancaman yang menargetkan keamanan negara tersebut. Disebutkan bahwa waktu terjadinya serangan-serangan tersebut—yang bertepatan dengan upaya serangan terhadap Mekkah—menempatkan komunitas internasional di hadapan tanggung jawab yang jelas untuk menindak perilaku yang mengancam keamanan regional, keselamatan navigasi udara, serta fasilitas sipil, bahkan hingga melanggar kesucian situs-situs paling suci dalam agama Islam. (haninmazaya/arrahmah.id)
