TEHERAN (Arrahmah.id) -- Langit ibu kota Iran, Teheran, dilaporkan memerah dan diselimuti asap tebal setelah serangan udara 'Israel' menghantam sejumlah depot dan kilang minyak besar di sekitar kota tersebut. Serangan yang memicu kebakaran hebat itu membuat kobaran api terlihat dari berbagai wilayah kota dan menimbulkan kekhawatiran atas dampak lingkungan serta keselamatan warga.
Serangan tersebut menargetkan depot penyimpanan minyak dan fasilitas kilang di Teheran pada Sabtu (7/3/2026) malam. Kebakaran besar segera terjadi setelah ledakan di lokasi fasilitas energi tersebut, dengan api dan asap hitam membumbung tinggi di pinggiran ibu kota Iran. Militer 'Israel' mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu dan menyatakan bahwa fasilitas minyak yang disasar diduga memiliki keterkaitan dengan pasokan logistik militer Iran.
AFP (8/3) melaporkan bahwa beberapa depot minyak di Teheran dan wilayah sekitarnya menjadi sasaran serangan. CEO Perusahaan Distribusi Produk Minyak Nasional Iran menyebut sedikitnya empat pekerja, termasuk sopir truk tangki, tewas akibat serangan tersebut. Fasilitas energi mengalami kerusakan dan kebakaran sempat menyelimuti area sekitar sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh petugas pemadam.
Sedangkan Al JAzeera (8/3) menyebut serangan tersebut menghantam beberapa fasilitas penyimpanan bahan bakar di Teheran dan provinsi Alborz. Ledakan memicu bola api besar dan asap tebal yang menyelimuti langit kota, bahkan menyebabkan bau minyak terbakar menyebar di udara pada keesokan harinya. Sedikitnya empat depot minyak dan pusat transfer produk energi dilaporkan terkena serangan udara tersebut.
Kondisi lingkungan di Teheran dilaporkan memburuk setelah kebakaran besar di fasilitas minyak. Asap beracun dari pembakaran bahan bakar menciptakan kabut hitam yang menutupi sebagian wilayah kota. Beberapa laporan menyebut warga mengalami gangguan pernapasan akibat udara yang tercemar, sementara otoritas Iran memperingatkan potensi hujan asam karena tingginya kandungan zat kimia di atmosfer.
Serangan terhadap infrastruktur energi ini menjadi salah satu eskalasi terbaru dalam konflik yang memanas antara 'Israel' dan Iran. 'Israel' menyatakan target yang diserang merupakan fasilitas yang digunakan oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) untuk mendukung operasi militer Iran. Serangan tersebut memicu kebakaran besar yang menerangi langit Teheran dan menarik perhatian dunia internasional.
Konflik antara 'Israel' dan Iran sendiri semakin meningkat sejak operasi militer besar yang diluncurkan pada akhir Februari 2026, yang melibatkan serangkaian serangan udara terhadap berbagai target strategis di Iran. Ketegangan tersebut memicu aksi balasan berupa serangan drone dan rudal di kawasan Timur Tengah, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya konflik regional. (hanoum/arrahmah.id)
