GHAZNI (Arrahmah.id) - Sebuah pabrik baru yang memproduksi sekop dan pegas daun (per) kendaraan telah mulai beroperasi di provinsi Ghazni dengan investasi sebesar satu juta dolar AS.
Pabrik yang dibangun di atas lahan seluas tiga hektare ini memiliki kapasitas produksi lebih dari lima ton per hari dan telah menciptakan lapangan kerja bagi 40 orang, lansir Tolo News (2/11/2026).
Ghulam Sarwar, seorang investor, mengatakan: "Pabrik ini memproduksi pegas daun untuk trailer, truk Mazda, mobil van, Toyota Corolla, dan kendaraan lainnya. Kami juga memproduksi sekop, dan telah menyediakan lapangan kerja bagi 40 orang."
Hamidullah Nisar, kepala Departemen Informasi dan Kebudayaan Ghazni, menyatakan: "Pertumbuhan industri dan produksi dalam negeri akan menjamin masa depan negara kita dan membawa kita menuju kemandirian. Kami kembali mengimbau masyarakat untuk mendukung produk dalam negeri dan menggunakan barang-barang buatan lokal alih-alih produk impor yang serupa."
Sebagian besar kaum muda yang bekerja di pabrik tersebut merupakan warga yang baru kembali dari Iran dan Pakistan.
Mereka mengajak para investor untuk menanamkan modal di dalam wilayah Afghanistan guna menciptakan lebih banyak peluang kerja bagi warga.
Abdul Saboor, seorang pekerja pabrik, menuturkan: "Dulu saya bekerja sebagai buruh di Pakistan, dan hidup terasa sangat sulit. Selain pekerjaannya yang berat, tinggal di negara asing juga penuh tantangan. Sekarang, saya sangat senang bisa mendapatkan pekerjaan di sini."
Ali Hussaini, pekerja lainnya, mengatakan: "Saya menghabiskan sembilan tahun di Iran, di mana kondisi kerjanya sangat berat. Kini setelah kembali, saya senang bisa mencari nafkah dengan cara yang halal untuk keluarga saya."
Sementara itu, kepala Kamar Industri dan Investasi Ghazni mengungkapkan bahwa lima kawasan industri telah disetujui di provinsi tersebut untuk mendukung usaha berskala besar maupun kecil.
Pembagian lahan telah dimulai di salah satu kawasan tersebut, sementara kawasan lainnya diharapkan akan segera dibuka bagi para pelaku industri.
Abdul Rahman Ahmadi, kepala Kamar Industri dan Pertambangan Ghazni, mengatakan: "Lima kawasan industri telah disetujui untuk Ghazni, dan pembagian lahan telah dimulai di salah satunya. Proses pengalihan lahan untuk dua kawasan lainnya—satu di kota Ghazni dan satu lagi di distrik Qarabagh—akan segera dirampungkan." Menurut Kamar Industri dan Investasi Ghazni, terdapat lebih dari 100 pabrik yang memproduksi barang pangan maupun nonpangan yang saat ini beroperasi di provinsi tersebut.
Hampir 40 di antara pabrik-pabrik ini mulai beroperasi dalam kurun waktu lima tahun terakhir. (haninmazaya/arrahmah.id)
