Memuat...

Qalibaf Peringatkan AS, Salah Perhitungan Militer Akan Picu Respons Tak Terduga

Zarah Amala
Rabu, 4 November 2026 / 25 Jumadilawal 1448 12:00
Qalibaf Peringatkan AS, Salah Perhitungan Militer Akan Picu Respons Tak Terduga
Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran. (Foto: Tasnim)

TEHERAN (Arrahmah.id) - Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf memperingatkan Amerika Serikat bahwa setiap kesalahan perhitungan militer akan memicu respons Iran yang tidak terduga dan berdampak luas. Ia menegaskan bahwa Iran siap mempertahankan diri dan tidak akan tunduk pada ancaman Washington.

Dalam sidang parlemen pada Selasa (3/11/2026), Qalibaf mengatakan permusuhan AS terhadap rakyat Iran berakar pada penolakan Teheran untuk tunduk pada ambisi hegemonik Washington serta tekadnya mempertahankan kemerdekaan.

Menurutnya, keteguhan dan perlawanan rakyat Iran telah membuat 'Israel' dan Amerika Serikat berada dalam posisi terdesak. Keduanya, kata dia, kesulitan menentukan cara menghadapi bangsa yang menolak menyerah.

Qalibaf menambahkan, Washington dan rezim Zionis sesekali menggunakan ancaman maupun aksi militer untuk memaksa Iran tunduk setelah berulang kali mengalami kegagalan. Namun, ia menegaskan bahwa upaya tersebut tidak akan berhasil.

“Iran tidak akan menyerah,” ujarnya.

Merujuk pada arahan Mojtaba Hosseini Khamenei, Qalibaf mengatakan strategi militer Iran untuk menghadapi kemungkinan serangan musuh telah ditetapkan.

“Karena itu, respons militer dan strategis kami terhadap setiap kesalahan perhitungan musuh akan sulit diprediksi,” kata Qalibaf.

Ia menegaskan Iran tidak akan membatasi responsnya pada wilayah geografis tertentu. Teheran, lanjutnya, akan menggagalkan perhitungan keliru pihak lawan serta melumpuhkan aset-aset material maupun nonmaterial mereka.

Qalibaf juga meminta negara-negara di kawasan memahami bahwa Iran tetap dalam posisi siaga dan siap menghadapi konfrontasi. Namun, menurutnya, Teheran telah menyampaikan respons yang tegas sekaligus rasional kepada Amerika Serikat.

Kini, kata Qalibaf, tanggung jawab untuk mencegah perang berada di tangan Washington. Ia menegaskan bahwa pasukan militer dan unsur operasional Iran berada dalam tingkat kesiapan pertahanan tertinggi.

“Jika Washington kembali melakukan kesalahan strategis, mereka harus memahami bahwa kali ini akan menghadapi medan pertempuran baru dan berada dalam posisi yang lebih terdesak dibandingkan sekarang saat berusaha mencari jalan keluar,” ujarnya. (zarahamala/arrahmah.id)