Memuat...

Trump: AS Hentikan Bantuan US$4 Miliar per Tahun untuk 'Israel'

Hanoum
Rabu, 4 November 2026 / 25 Jumadilawal 1448 06:05
Trump: AS Hentikan Bantuan US$4 Miliar per Tahun untuk 'Israel'
Presiden Donald Trump mendengarkan saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di klub Mar-a-Lago milik Presiden Donald Trump, 29 Desember 2025, di Palm Beach, Florida. [Foto: AP/Alex Brandon]

WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan menghentikan bantuan sekitar US$4 miliar per tahun kepada 'Israel' mulai 2027, tetapi tetap menjual senjata kepada sekutu dekatnya di Timur Tengah itu. Ia menyampaikannya kepada Fox News (3/11/2026), hari pemilu sela AS.

Dilansir The Associated Press (03/11), Trump mengatakan Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu yang lebih dulu mengajukan gagasan itu dan keduanya sudah membicarakannya selama dua tahun.

Menurut CBC, Trump menyatakan ia dan Netanyahu sudah membuat kesepakatan beberapa bulan lalu untuk menghentikannya, tanpa menjelaskan caranya. Ia juga mengatakan bantuan itu bisa disebut bantuan militer atau uang tunai. Trump menilai 'Israel' tidak membutuhkan bantuan itu dan jumlahnya besar bagi AS. Ia menyebut bantuan itu sudah menjadi bahan serangan Demokrat terhadap Partai Republik.

Banyak hal masih belum jelas. Nota kesepahaman 10 tahun antara kedua negara memberi 'Israel' US$3,8 miliar per tahun, dan baru berakhir pada September 2028. Nota itu menetapkan US$3,3 miliar hibah pembiayaan militer dan US$500 juta pertahanan rudal.

CNN mencatat 'Israel' boleh memakai dana itu membeli senjata AS, sehingga uangnya akhirnya mengalir ke produsen senjata Amerika. Analis dan sumber yang dikutip CNN mempertanyakan apakah pemerintah akan benar-benar menjalankannya, terutama jika AS kembali beroperasi militer terhadap Iran.

Rencana pengurangan bantuan bukan hal baru di 'Israel'. Dalam wawancara dengan The Economist, Netanyahu mengatakan ingin mengurangi ketergantungan militer pada AS dalam 10 tahun, tetapi tidak pernah menyebut jangka waktu sependek ini.

Senator Republik Lindsey Graham, pendukung kuat 'Israel', sebelumnya menyatakan pengurangan tidak perlu menunggu sepuluh tahun.

Di 'Israel', pemimpin oposisi Yair Golan menyebut penghentian bantuan militer AS akan menjadi “pukulan berat bagi keamanan Israel” saat negara itu berperang di banyak front. Isu bantuan ke 'Israel' menjadi perdebatan sengit di kalangan Demokrat dan sebagian pendukung Trump yang mempertanyakan nilai hubungan itu, seperti komentator Tucker Carlson. (hanoum/arrahmah.id)