Memuat...

Mantan Tahanan: Makanan Diinjak, Mandi Cuma Dua Menit di Penjara 'Israel'

Hanoum
Rabu, 4 November 2026 / 25 Jumadilawal 1448 06:00
Mantan Tahanan: Makanan Diinjak, Mandi Cuma Dua Menit di Penjara 'Israel'
Sebuah kendaraan militer Israel di Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki, 4 Mei 2025. [Foto: Reuters]

GOLAN (Arrahmah.id) -- Sejumlah warga Suriah yang dibebaskan dari penjara 'Israel' menuturkan kepada harian Al-Quds Al-Arabi bahwa mereka dipukuli, digeledah secara merendahkan, makanan mereka diinjak, dan waktu mandi serta tidur dibatasi ketat. Kesaksian itu dimuat pada awal November 2026 di tengah berlanjutnya penahanan warga Suriah selama penyerbuan 'Israel' di Suriah selatan.

Dilansir Al-Quds Al-Arabi (2/11/2026), seorang pemuda yang dibebaskan dan memakai nama samaran “Haji” menggambarkan bahwa makanan diawasi ketat, baik jumlah maupun jam pembagiannya, dan kamera memantau proses pemasukannya. Setelah waktu makan habis, tahanan harus membuang sisa makanan ke tempat sampah, sudah makan atau belum.

Ia juga menyebut makanan diinjak. Soal mandi, ia mengatakan kadang tersedia dua kali seminggu, tetapi waktunya sangat singkat. Ketua sel, yang dijuluki “Shawish”, menyampaikan jumlah penghuni, lalu semua diberi waktu terbatas hingga dua menit untuk menyelesaikannya.

Pelanggaran aturan disebut berujung hukuman. Menurut kesaksian Haji, tahanan yang tertangkap tidur di siang hari, memakai kamar mandi di luar jam, atau membawa pakaian tambahan seperti jaket atau pakaian dalam, bisa disiksa berat oleh pasukan komando.

Skala penahanan bervariasi menurut lembaga. Kantor HAM PBB menyatakan pada 9 Oktober bahwa informasi yang diterimanya menunjukkan 49 warga Suriah masih ditahan 'Israel', tanpa verifikasi independen atas angka itu.

Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) pada 8 Oktober mendokumentasikan 162 kasus penahanan sewenang-wenang oleh pasukan 'Israel' di dalam Suriah sejak 8 Desember 2024 hingga 6 Oktober 2026, termasuk 20 anak. Sebanyak 127 orang dibebaskan, dan nasib 35 orang tidak diketahui. Kasus terbanyak di Quneitra (115), disusul Daraa (37) dan Rif Dimashq (10). (hanoum/arrahmah.id)