Memuat...

Serangan 'Israel' di Hebron Berlanjut, Hampir 5.000 Warga Palestina Terusir

Zarah Amala
Kamis, 29 Oktober 2026 / 19 Jumadilawal 1448 12:49
Serangan 'Israel' di Hebron Berlanjut, Hampir 5.000 Warga Palestina Terusir
Pasukan pendudukan 'Israel' melanjutkan serangan mereka di Hebron. (Foto: QNN)

HEBRON (Arrahmah.id) - Pasukan pendudukan 'Israel' melanjutkan serangan di Hebron (Al-Khalil), Tepi Barat yang diduduki, untuk hari keenam berturut-turut pada Rabu (28/10/2026). Pasukan 'Israel' menggerebek rumah-rumah warga dan memperketat pembatasan pergerakan, sementara jumlah warga Palestina yang terpaksa mengungsi mendekati 5.000 orang.

Pemerintah Kota Hebron menyatakan pada Selasa (27/10) malam bahwa sebanyak 4.969 warga Palestina dari 780 keluarga telah mengungsi akibat operasi militer yang masih berlangsung. Demikian dilaporkan Anadolu.

Pasukan tambahan yang didukung kendaraan militer memasuki sejumlah kota di wilayah Kegubernuran Hebron dan Kamp Pengungsi Al-Fawwar sekitar tengah malam. Mereka menggeledah rumah-rumah warga Palestina.

Rekaman Anadolu memperlihatkan tentara 'Israel' menghentikan warga Palestina di dekat Bundaran Al-Jalda, menggeledah mereka, dan memperlakukan mereka dengan kasar.

Quds News Network (QNN) melaporkan bahwa pasukan 'Israel' tetap menutup akses di sekitar Al-Jalda dan Deir Baha. Mereka juga terus menggerebek rumah-rumah warga dan memaksa sejumlah keluarga mengosongkan sebagian tempat tinggal mereka.

Sementara itu, Perhimpunan Tahanan Palestina menyatakan bahwa pasukan 'Israel' menangkap 85 warga Palestina di Kegubernuran Hebron selama periode Jumat hingga Senin.

Serangan tersebut dimulai pada Jumat setelah dua warga Palestina menyerang sebuah pos pemeriksaan 'Israel'. Menurut data yang disampaikan pihak 'Israel', serangan itu menewaskan dua tentara dan melukai tiga lainnya. Pasukan 'Israel' kemudian membunuh kedua warga Palestina tersebut.

Pasukan 'Israel' juga melancarkan penggerebekan dan penangkapan di sejumlah wilayah lain di Tepi Barat pada Rabu (28/10) dini hari.

Di Tulkarm, pasukan 'Israel' menangkap jurnalis Hamza Salama Al-Safi, yang sebelumnya dibebaskan melalui kesepakatan pertukaran tahanan, bersama kedua saudaranya, Mu'min dan Mustafa. QNN melaporkan bahwa Amin Al-Qarout dan Hamada Al-Qasou juga ditangkap dalam penggerebekan tersebut.

Di Qalqilya, pasukan 'Israel' menahan 11 warga Palestina, sebagian besar merupakan mantan tahanan, setelah memasuki dan menggeledah sejumlah rumah, menurut sumber-sumber setempat.

Pasukan 'Israel' juga menggerebek Tammun, di selatan Tubas, serta melanjutkan operasi militer di Salem, sebelah timur Nablus. Di Salem, rumah-rumah warga digeledah di tengah pengerahan pasukan dalam jumlah besar.

Penggerebekan di Burin, sebelah selatan Nablus, memicu bentrokan dengan sejumlah pemuda setempat.

Menurut QNN, dalam serangkaian operasi di Tepi Barat selama beberapa jam terakhir, pasukan 'Israel' mengalihfungsikan enam bangunan tempat tinggal dan sebuah kafe menjadi barak militer serta ruang interogasi lapangan.

Di Beit Fajjar, sebelah selatan Bethlehem, pasukan 'Israel' dikerahkan ke sejumlah lingkungan dan menembakkan granat kejut serta gas air mata. Tidak ada laporan mengenai korban luka dalam insiden tersebut.

Di Al-Shuyoukh, sebelah utara Hebron, pasukan 'Israel' menangkap empat warga Palestina yang sedang memanen zaitun. Mereka adalah tiga bersaudara, Abdullah, Abdul Basit, dan Muhammad Al-Mashni, serta Ayoub Al-Mashni. QNN melaporkan bahwa keempatnya dibawa ke permukiman Asfir yang dibangun di wilayah pendudukan.

Di Masafer Yatta, sebelah selatan Hebron, sejumlah pemukim ilegal 'Israel' menyerang Issa Awad di Khirbet Al-Fakhit hingga mengalami luka di wajah.

Pasukan 'Israel' juga menangkap Muhammad Yusuf Makhamra setelah pemukim menyerangnya di dekat desa tersebut.

Pembatasan pergerakan juga diperketat di sekitar Yerusalem yang diduduki.

Pada Selasa (27/10) malam, pasukan 'Israel' memasuki Al-Ram, dikerahkan di dekat pintu masuk kota, dan mendirikan pos pemeriksaan di bundaran menuju kawasan tersebut. Patroli militer turut menghambat pergerakan warga Palestina.

Pasukan Israel juga menutup pintu masuk dan keluar Hizma, di timur laut Yerusalem yang diduduki. Penutupan itu membuat kendaraan tidak dapat memasuki atau meninggalkan kawasan tersebut dan semakin membatasi mobilitas penduduk setempat. (zarahamala/arrahmah.id)